NasDem Ingin Kasus Ari Ashkara Dibawa ke Ranah Pidana

    Candra Yuri Nuralam - 08 Desember 2019 19:24 WIB
    NasDem Ingin Kasus Ari Ashkara Dibawa ke Ranah Pidana
    Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali (kiri). Foto: Candra Yuri Nuralam/Medcom.id
    Balikpapan: Partai NasDem akan mengonfirmasi kasus dugaan penyelundupan Harley Davidson dan Brompton yang dilakukan mantan Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Ashkara, ke kepolisian. Dia ingin kasus tersebut dibawa ke ranah hukum bila ditemukan unsur pidananya.

    "Kita juga akan tanyakan kepada pihak kepolisian terkait kasus ini, harusnya bisa dipidanakan, ini kan penyelundupan. Kenapa yang ecek-ecek ditangkap, ini dibiarkan berlalu?" kata Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem Ahmad Ali di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu, 8 Desember 2019.

    Ali menegaskan semua sama di mata hukum. Dia tidak ingin ada yang diistimewakan. Namun, dia meminta masyarakat tidak menghujat Ari jika tidak terbukti melanggar hukum. Ari juga mempunyai hak yang sama dengan masyarakat lain.

    "Kalau dia memenuhi unsur mestinya harus dipidanakan, kalau tidak ada delik kita tidak bisa memaksakan itu," ujar dia.

    Di sisi lain, Ali ragu ada 'permainan hukum' dalam kasus Ari Ashkara. Apalagi, kasus ini sudah viral di media massa.

    Ali pun menilai Ari sudah mendapat hukuman yang setimpal dari Menteri BUMN Erick Thohir. Ari dicopot dari jabatan dirut Garuda Indonesia setelah kedapatan menyelundupkan Harley Davidson dan Brompton.

    "Bagi saya, hukuman yang diberikan Erick Thohir jauh lebih berat ketimbang hukuman badan," kata dia.
     
    Garuda Indonesia menjadi sorotan setelah penyelundupan Harley Davidson dan dua sepeda lipat Brompton terbongkar. Kendaraan itu ditemukan di dalam pesawat baru Garuda Indonesia jenis Airbus A330-900 seri Neo dari Toulouse, Prancis, Sabtu, 16 November 2019.
     
    Harga motor Harley itu berkisar Rp200 juta-Rp800 juta. Sementara itu, nilai Brompton berkisar antara Rp50 juta-Rp60 juta per unitnya. Total kerugian negara berkisar antara Rp532 juta-Rp1,5 miliar akibat kasus ini.
     
    Ari diduga kuat pemiliki Harley ilegal ini. Direktur Keuangan (Dirkeu) Garuda Indonesia Fuad Rizal pun ditunjuk sebagai pelaksana tugas (plt) direktur utama menggantikan Ari.
     
    Fuad tak tercatat dalam manifes pesawat Airbus A330-900 Neo yang membawa Harley dan Brompton selundupan. Dia bakal memegang kendali hingga rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) penentuan direktur utama definitif digelar.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id