comscore

DPR Nilai PTM 100% Hasil Kajian Matang untuk Pulihkan Pendidikan

Faustinus Nua - 04 Januari 2022 11:48 WIB
DPR Nilai PTM 100% Hasil Kajian Matang untuk Pulihkan Pendidikan
ilustrasi/medcom.id
Jakarta: Ketua Komisi X DPR Syaiful Huda menilai keputusan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) mulai Januari 2022, hasil dari kajian matang. Baik dari sisi akademis maupun sisi kesehatan.

"Mungkin sebagian kalangan memandang hal itu sebagai keputusan yang berani di tengah pandemi covid-19 yang masih terjadi. Bahkan saat ini ada varian baru Omicron yang telah menjadi transmisi lokal. Tetapi kami meyakini bahwa keputusan melakukan PTM 100 persen merupakan dari kajian yang cukup panjang dan bukan keputusan emosional," ujar Syaiful dilansir dari Media Indonesia, Selasa, 4 Januari 2022.
Menurutnya, kondisi pendidikan di Indonesia setelah hampir dua tahun masa pandemi berada dalam situasi mengkhawatirkan. Ia menyebut para peserta didik mengalami learning loss.

Berdasarkan survei yang dilakukan Kemendikbud-Ristek dan disampaikan kepada kami di Komisi X, peserta didik mengalami kemunduran kapasitas. Sebagai gambaran, anak kelas I SD sebelum masa pandemi kemampuan literasinya di poin 129, setelah pandemi berkurang dratis di poin 77.

Begitu juga di kemampuan numerasi. Sebelum pandemi berada di poin 78, namun setelah pandemi di kisaran 34 poin.

Baca: KSP: PTM 100% Sudah Mempertimbangkan Kesiapan Warga Sekolah

"Fenomena kemunduran kemampuan ini terjadi hampir di semua level sekolah dan hampir di semua jenjang pendidikan. Bagi kami situasi ini tidak bisa terus dibiarkan terus menerus terjadi," tuturnya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu menyebut berbagai alternatif model pendidikan yang dilakukan di masa pandemi, seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga system hybrid, belum efektif. Ia menilai banyak kekurangan-kekurangan yang dirasakan, mulai dari sarana prasarana yang tidak memadai, beban kurikulum yang tidak kompatibel, hingga kultur belajar yang belum terbentuk. 

"Di sinilah menurut kami PTM masih satu-satunya modal pembelajaran paling efektif untuk level dasar dan menengah," ujar Syaiful.

Dari sisi kesehatan, penanganan pandemi di Indonesia relatif menunjukkan hasil baik. Positivity rate kasus covid-19 di Indonesia berada di level aman berdasarkan standar WHO.

Tingkat vaksinasi juga terus menunjukkan perkembangan dari hari ke hari. Saat ini sudah sekitar 200 juta lebih warga Indonesia yang mendapat suntikan pertama vaksinasi. Bahkan vaksinasi sudah merambah ke anak usia 6-12 tahun.

"Hal ini menjadi salah satu indikator keamanan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Kendati demikian kami merasa bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan. Pemakaian masker, cuci tangan, dan menjaga jarak harus tetap dilaksanakan di tiap satuan penyelenggara pendidikan," ujarnya.

(NUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id