Mahfud: Demokrasi Tumbuh Baik Karena Negara Terjaga

    Fachri Audhia Hafiez - 24 November 2020 19:07 WIB
    Mahfud: Demokrasi Tumbuh Baik Karena Negara Terjaga
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Theofilius
    Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut demokrasi di Indonesia tumbuh baik karena sistem negara terjaga. Pemerintah mengatur agar demokrasi tak mengalami kemunduran.

    "Pemerintah itu dituntut untuk mengatur keseimbangan, bagaimana demokrasi ini bisa tumbuh dengan baik tapi negara ini juga terjaga dengan baik. Di situlah perlu kearifan kita bersama untuk selalu mendewasakan diri," kata Mahfud dalam peluncuran Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2019 di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, 24 November 2020.

    Pernyataan Mahfud tersebut berkaitan dengan peluncuran buku IDI 2019 yang mengulas kinerja demokrasi Indonesia yang mencapai 74,92. Angka ini naik 2,53 poin bila dibandingkan pada 2018 sebesar 72,39.

    Menurut Mahfud, Indonesia memerlukan demokrasi yang kuat lantaran karakter masyarakat majemuk. Berbagai aspirasi mesti ditampung.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) ini mengungkapkan demokrasi menuntut kebebasan. Sedangkan integrasi menuntut pemaksaan agar orang tetap bersatu.

    "Pluralisme begitu banyak. Sehingga aspirasi harus dikontestasikan ke demokrasi. Tapi di saat yang sama, Indonesia itu menghendaki integrasi. Integrasi itu keutuhan agar tidak pecah," ujar Mahfud.

    Baca: Mahfud Sebut Fase Demokrasi Indonesia Belum Subtansial

    IDI ditentukan dari sejumlah aspek yang meliputi kebebasan sipil, hak-hak politik, serta lembaga demokrasi. Hasil kajian IDI disampaikan dalam bentuk angka dari 0 hingga 100 yang dibagi dalam tiga kategori kualitas capaian demokrasi.

    Angka di bawah 60 dianggap buruk, 60-80 berarti sedang, dan 80 ke atas dinilai baik. Dari hasil pengukuran IDI pada 2019, ada tujuh provinsi dengan kualitas demokrasinya dalam kategori baik.

    Provinsi tersebut, yakni DKI Jakarta dengan 88,29; Kalimantan Utara 83,45; Kepulauan Riau 81,64; Bali 81,38; Kalimantan Tengah 81,16; Nusa Tenggara Timur 81,02; dan DI Yogyakarta 80,67. Sebanyak 26 provinsi menunjukkan capaian kondisi demokrasi kategori sedang. Satu provinsi memiliki kategori capaian buruk.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id