Putusan MK Soal Pilkada Sabu Raijua Diharap Jadi Pelajaran Bersama

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 April 2021 15:10 WIB
    Putusan MK Soal Pilkada Sabu Raijua Diharap Jadi Pelajaran Bersama
    Ilustrasi Medcom.id.



    Jakarta: Mahkamah Konstitusi (MK) telah memutus sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sengketa itu diharapkan menjadi pelajaran bersama.

    "Masih ada kelemahan dalam pengawasan sistem data pada kependudukan," kata pengamat Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Trisakti Radian Syam dalam keterangan tertulis, Jumat, 16 April 2021.






    Radian menyebut pelajaran lainnya, yakni kewenangan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum maksimal. Bawaslu seharusnya diberi kewenangan lebih terkait pengawasan dan penanganan perkara pilkada.

    "Penguatan kelembagaan Bawaslu menjadi penting, terlebih jika nantinya terjadi pemilu serentak dan pilkada serentak di 2024," kata dia.

    Radian mengatakan penguatan itu bisa diatur melalui revisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Revisi itu membahas penguatan lembaga pengawas pemilu dan waktu penanganan perkara.

    "Serta adanya kewenangan kekuatan daya paksa yang diberikan kepada Bawaslu atas putusan yang telah dikeluarkannya," ucap dia.

    Baca: KPU Siapkan Teknis PSU Kabupaten Sabu Raijua

    Revisi UU Pemilu, kata Radian, harus dilandasi kemauan politik yang baik antara pemerintah dan DPR. Sehingga, UU tentang Pemilu dan UU tentang Pilkada bisa selaras.

    "Agar nantinya tidak menimbulkan persoalan baru di dalam pelaksanaan teknis penyelenggaraan maupun teknis pengawasan pemilu," ujar Radian.

    Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan calon bupati yang diusung Partai Demokrat, PDIP, dan Gerindra, yakni Orient Riwu Kore-Thobias Uly. Orient diketahui berkewarganegaraan Amerika Serikat. Sedangkan calon wakil bupati Thobias Uly adalah pensiunan pejabat Pemprov NTT.
     
    Putusan MK yang dibacakan pada sidang Kamis, 15 April 2021, memberikan kesempatan kepada dua pasangan calon yang sebelumnya kalah dalam pilkada kembali bertarung dalam pemungutan suara ulang, yakni pasangan Nikodemus N Rihi Heke-Yohanis Uly Kale dan dan pasangan Taken Radja Pono-Herman Hegi Radja Haba.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id