Polemik Vaksin Nusantara, Menkes Diminta Turun Tangan

    Fachri Audhia Hafiez - 19 April 2021 11:49 WIB
    Polemik Vaksin Nusantara, Menkes Diminta Turun Tangan
    Menkes Budi Gunadi Sadikin memberikan keterangan pers di Rumah Dinas Wapres, Manteng, Jakarta Pusat, Rabu, 17 Maret 2021. Foto: BPMI Setwapres



    Jakarta: Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin diminta turun tangan meredakan polemik Vaksin Nusantara. Pasalnya, ada perbedaan pandangan antara peneliti Vaksin Nusantara dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

    "Menkes diminta mengambil peran untuk memfasilitasi. Para peneliti dan BPOM tentu bisa duduk bersama dengan Menkes," kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay kepada Medcom.id, Senin, 19 April 2021.

     



    Menkes, kata dia, punya kapasitas penuh dalam penyediaan vaksin. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

    "Tentu termasuk dalam hal ini pengadaan Vaksin Nusantara atau Vaksin Merah Putih," ucap Saleh.

    Baca: Pakar Kesehatan Minta Polemik Vaksin Nusantara Disikapi Secara Proporsional

    Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR ini mengatakan polemik Vaksin Nusantara bisa diatasi dengan mediasi. Peneliti Vaksin Nusantara dan BPOM diharap bisa mengurai persoalan yang ada.

    "Apalagi dalam rapat terakhir di Komisi IX, usulan mediasi ini termasuk salah satu bagian dari kesimpulan rapat," ungkap Saleh.

    Di sisi lain, pemerintah didorong membuat terobosan terhadap penyediaan vaksin untuk masyarakat. Hal ini mengingat adanya embargo vaksin AstraZeneca dari India.

    Saleh berharap vaksin produksi dalam negeri dapat segera bermunculan. Setiap penelitian vaksin di Tanah Air perlu mendapatkan dukungan.

    "Kementerian Kesehatan harus memastikan tidak ada penelitian yang dipersulit. Semua harus diperlakukan sama," ujar Saleh.

    Vaksin untuk Indonesia


    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id