Teten Yakin Indonesia Tak Impor Cangkul Lagi

    Marcheilla Ariesta - 15 Desember 2019 03:06 WIB
    Teten Yakin Indonesia Tak Impor Cangkul Lagi
    Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) Teten Masduki. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki yakin Indonesia tak lagi mengimpor cangkul pada 2020. Dia mengatakan pengrajin logam di Indonesia sanggup memenuhi kebutuhan cangkul di Tanah Air.

    "Presiden sudah minta tahun depan diusahakan tidak impor lagi, dan kami kemarin sudah koordinasikan dengan pengrajin-pengrajin logam di berbagai daerah terutama di Jawa, dengan menghubungkan bahan baku Krakatau Steel," kata Teten di Lapangan Banteng, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Dia menjelaskan kebutuhan cangkul secara nasional tercatat mencapai 10 juta cangkul. Sementara itu, saat ini produksi cangkul oleh UMKM yang ada di Indonesia sebesar 3 juta cangkul.

    "Setelah kami inventarisasi, kemampuan kita sebenarnya, bisa 4 juta cangkul dari Jawa Barat, kemudian dari Jawa Tengah bisa 3 juta cangkul dan dari Jawa Timur bisa 3 juta cangkul," ucapnya.

    Teten mengatakan ada kendala terkait sumber bahan baku yang tidak terhubung dengan produsen. Selain itu, sebaran perajin cangkul juga saling tepencar jauh.

    Namun, kata dia, hal tersebut sudah bisa diatasi dengan cara menghubungkan para pengrajin dan pebuat bahan baku seperti Krakatau Steel. 

    "Dan kemarin kami sudah membahas bagaimana cara pendistribusiannya. Sementara untuk dana, Bank Rakyat Indonesia mau membiayai," imbuh Teten.

    Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia telah mengimpor cangkul dengan total berat impor mencapai 292 ton sepanjang Januari hingga Oktober 2019.

    Impor yang berasal dari Tiongkok dan Jepang tersebut secara keseluruhan memiliki nilai sebesar USD106.127 atau setara Rp1,49 miliar.

    Berdasarkan data BPS tersebut dirinci, sebagian besar impor tersebut berasal dari Tiongkok dengan total berat mencapai 292.437 kilogram (292,43 ton) dengan nilai USD106.062 (setara Rp1,48 miliar). Selain itu, ada pula impor cangkul dari Jepang dengan berat total 7 kilogram dengan nilai USD65 (setara Rp908 ribu).



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id