Pemisahan Pileg dan Pilpres Dinilai Terlalu Prematur

    Whisnu Mardiansyah - 11 Desember 2019 16:15 WIB
    Pemisahan Pileg dan Pilpres Dinilai Terlalu Prematur
    Ilustrasi pemilu. Medcom.id/M Rizal.
    Jakarta: Kordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampouw menilai wacana pemisahan pemilu legislatif (pileg) dan pemilu presiden (pilpres) terlalu dini. Menurut Jeirry, DPR seharusnya mengevaluasi pelaksanaan pemilu serentak secara keseluruhan.

    "DPR ini atau Komisi II itu jangan cepat-cepat berwacana tentang sebuah solusi. Menurut saya karena kita ini belum melakukan evaluasi, baru mengamati secara luaran saja, sepintas saja sudah mengusulkan solusi," kata Jeirry kepada Medcom.id, Rabu, 11 Desember 2019.

    Jeirry mengatakan perubahan regulasi menjelang pemilu bakal sering dilakukan jika evaluasi tak dilakukan secara mendalam dan menyeluruh. DPR dinilai terlalu cepat menarik kesimpulan.

    "Kita selalu bermasalah tentang undang-undang karena tidak ditujukan perubahan, yaitu dalam konteks sistem itu terlalu cepat ambil kesimpulan," jelas Jeirry.

    Pemisahan pileg dan pilpres tak bisa menjadi solusi terakhir karena alasan kompleksitas penyelenggaraan pemilu serentak. DPR diminta mengurai satu per satu masalah penyelenggaraan pemilu serentak.

    "Variabel-variabel apa yang membuatnya menjadi rumit? Di mana masalahnya? Kemudian kita merancang sistem baru," ujar Jeirry.

    Sebelumnya, DPR disebut akan merevisi Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Pemilu). Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya menyebut revisi menyasar wacana pemisahan pemilihan legislatif dengan pemilihan presiden.

    "(Pemisahan pileg dan pilpres) hampir sepakat semua (fraksi)," kata Willy kepada Medcom.id, Selasa, 10 Desember 2019.

    Anggota Parlemen menilai pemisahan pileg dan pilpres mendesak dibahas setelah melihat Pemilu 2019. Ia mengatakan penyelenggara memiliki beban berat saat menyelenggarakan pemilu serentak pertama di Indonesia itu.

    "Walaupun itu (pemilu serentak) baru pertama, tapi kita harus belajar lah ya untuk kemudian melakukan koreksi, melakukan evaluasi," tegas Willy.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id