Kebiri Kimia Bentuk Perlindungan Bagi Pewaris Masa Depan

    Kautsar Widya Prabowo - 04 Januari 2021 22:07 WIB
    Kebiri Kimia Bentuk Perlindungan Bagi Pewaris Masa Depan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Anggota Komisi III DPR Jazilul Fawaid mendukung langkah tegas Presiden Joko Widodo mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 Tahun 2020 tentang kebiri kimia. Aturan itu sebagai salah satu upaya perlindungan anak dari kejaran predator anak.

    "PP tersebut sebagai komitmen nyata bagi perlindungan anak, pewaris masa depan Indonesia," ujar Jazilul kepada Medcom.id, Senin, 4 Januari 2021. 

    Jazilul menekankan hukuman berat pantas diberikan kepada predator anak. Pelaku telah melanggar hak asasi manusia dan merusak masa depan anak. 

    "(Kebiri kimia) memberikan efek jera bagi pelaku predator dan membuat takut bagi siapa pun yang akan melakukan kejahatan seksual," jelasnya.

    Baca: ICJR Sebut Hukuman Kebiri Kimia Tidak Prioritaskan Korban

    Presiden Joko Widodo mengesahkan PP Nomor 70 Tahun 2020 tentang tentang Tata Cara Pelaksanaan Tindakan Kebiri Kimia, Pemasangan Alat Pendeteksi Elektronik, Rehabilitasi, dan Pengumuman Identitas Pelaku Kekerasan Seksual terhadap Anak. Beleid ini mengatur pelaksanaan hukuman kebiri bagi pelaku kejahatan seksual.
     
    Pasal 1 Ayat 1 aturan ini menjelaskan anak yang dimaksud dalam aturan ini, yakni berusia di bawah 18 tahun. Ayat 2 mengungkapkan tindakan kebiri kimia ialah pemberian zat kimia melalui penyuntikan atau metode lain yang dilakukan kepada pelaku.
     
    Pelaku tersebut meliputi mereka yang melakukan kekerasan seksual pada anak, persetubuhan dengan anak, dan bertindak cabul pada anak. Para pelaku dikenakan jerat hukuman kebiri jika telah terbukti bersalah.
     
    "Tindakan kebiri kimia, tindakan pemasangan alat pendeteksi elektronik, dan rehabilitasi dikenakan terhadap pelaku persetubuhan berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap," bunyi Pasal 2 PP tersebut. 
     
    Pasal 5 menegaskan tindakan kebiri kimia dikenakan untuk jangka waktu paling lama dua tahun. Pasal 6 berbunyi tindakan kebiri kimia dilakukan melalui tahapan, penilaian klinis, kesimpulan, dan pelaksanaan.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id