Mutasi 38 Perwira TNI Dikritisi

    02 Agustus 2018 15:16 WIB
    Mutasi 38 Perwira TNI Dikritisi
    Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Foto: MI/Bagus Suryo
    Jakarta: Mutasi beberapa kali terhadap perwira tinggi (pati) yang dilakukan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dikritisi. Utak-atik jabatan di TNI itu disebut masih mengulang standar lama dan berbau urut kacang.

    "Saya kira Panglima TNI mesti lebih berani dan progresif dalam mengganti atau memutas jabatan, termasuk dengan lompatan angkatan berdasarkan prestasi. Ini untuk perubahan TNI yang lebih cepat," kata Direktur Setara Institute Hendardi melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Agustus 2018.

    Ia melihat Panglima TNI masih melakukan mutasi berdasarkan urutan angkatan. Menurut dia, praktik itu berbau 'koncoisme' atau mementingkan kekerabatan. Hendardi menyatakan setiap zaman punya anak-anaknya sendiri.  

    "Di kepolisian perubahan tampak sudah lebih berani dilakukan. Secara bertahap menyerahkan tanggung jawab kepada generasi yang lebih muda dan berprestasi," katanya.

    Pemerhati militer Susaningtyas Kertopati juga angkat bicara. Mutasi yang berdasarkan angkatan hendaknya tak menjadi acuan.

    “Jangan sampai ada euforia angkatan,” ujarnya.

    Ia meminta Panglima TNI lebih berani mendobrak dengan mendongkrak para pati junior yang berprestasi. "Jika memang mumpuni, tak ada salahnya pati junior dipercaya menduduki posisi strategis TNI," katanya.

    Jika memang ada praktik 'perkoncoan' di jajaran TNI, ia melihat hal itu akan menjadi preseden buruk bagi institusi. Ia mengingatkan agar mutasi juga harus sesuai dengan kompetensi dan pengalaman prajurit.

    “Untuk posisi bintang 3, misalnya. Ada prosedur uji kepatutan dan kelayakan. Itu harus dijalani, bukan main asal tunjuk. Semoga dari TR (telegram rahasia) baru itu Panglima TNI tidak mengabaikan ketentuan hukum dan peraturan-peraturan yang ada,” ujarnya.

    Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/745/VII/2018 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI, Hadi memutasi 38 pati TNI. Surat itu terbit di akhir Juli.

    Baca: 38 Perwira TNI Dimutasi

    Beberapa yang dirotasi antara lain Mayjen Ibnu Triwidodo yang akan menduduki jabatan sebagai Pa Sahli Tk lll Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI. Posisinya sebagai Kapuspen diisi oleh Brigjen Santos Gunawan Matondang yang sebelumnya menjabat sebagai Pa Sahli Tk lll Bidang Sosbudkum HAM dan Narkoba Panglima TNI.

    Selain itu, Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Universitas Pertahanan (Unhan) Laksda Amarulla Octavian diangkat menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Danseskoal). Posisinya digantikan oleh Danseskoal Laksda Sulistiyanto.

    Hadi mulai memutar jabatan bawahannya tak lama setelah menggantikan kepemimpinan Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo di penghujung 2017. Saat itu, Hadi merevisi mutasi yang dilakukan Gatot terhadap 84 perwira tinggi (pati). Hadi membatasi hanya 16 pati.

    Gelombang mutasi kembali terjadi pada Maret 2018. Tercatat Hadi melakukan tiga kali rotasi:

    1. Mutasi 33 Pati
    Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/231/III/2018, tanggal 9 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Terdiri atas 22 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 7 Pati jajaran TNI Angkatan Laut, dan 4 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

    2. Mutasi 9 Pati
    Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/247/III/2018, 19 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Terdiri atas tujuh Pati jajaran TNI Angkatan Darat, satu Pati TNI Angkatan Laut, dan satu Pati TNI Angkatan Udara.

    3. Mutasi 39 Pati
    Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/277/III/2018, 23 Maret 2018 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Terdiri atas 25 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, dua Pati TNI Angkatan Laut, dan 12 Pati TNI Angkatan Udara.





    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id