Aziz Bantah Terima Fee DAK Lampung Tengah

    Fachri Audhia Hafiez - 14 Januari 2020 06:07 WIB
    Aziz Bantah Terima <i>Fee</i> DAK Lampung Tengah
    Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto
    Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Aziz Syamsuddin membantah menerima fee dari mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa. Fee tersebut berkaitan dengan pengesahan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tersebut dari APBN 2017.

    "Tidak benar (tudingan meminta fee dalam pengesahan DAK 2017)," kata Aziz melansir Antara, Senin, 13 Januari 2020.

    Aziz menghargai laporan Komite Anti-Korupsi Indonesia (KAKI) yang melaporkannya ke Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) atas dugaan pelanggaran etik tersebut. Politikus Golkar itu berharap tak ada upaya politisasi terkait pelaporan itu.

    "Sebagai warga negara, saya menghargai proses yang sedang berjalan dan terkait dengan diri saya berharap tidak dipolitisasi yang mengarah kepada pembunuhan karakter," ujar Aziz.

    Sebelumnya, Komite Anti-Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan Aziz ke MKD karena diduga melanggar etik meminta fee terkait dengan DAK di Lampung Tengah. Pelanggaran tersebut diduga dilakukan saat Aziz menjabat sebagai Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR.

    "Kami dari Perhimpunan Advokat pro Demokrasi selaku kuasa hukum Komite Anti-Korupsi Indonesia (KAKI) melaporkan terkait adanya dugaan permintaan fee DAK oleh pimpinan DPR bernama Aziz Syamsuddin yang terjadi di Lampung Tengah," kata kuasa hukum KAKI Agus Rihat.

    Agus menjelaskan, permintaan 'jatah' tersebut terungkap atas pengakuan mantan Bupati Lamteng Mustafa yang saat ini perkaranya akan disidangkan. Agus mengatakan Mustafa memberikan keterangan di luar persidangan yang menyebut bahwa Azis Syamsudin menerima fee sebesar 8 persen dari DAK APBN 2017.

    Ia berharap MKD memproses laporannya mengenai dugaan pelanggaran etik Aziz Syamsuddin dengan langkah awal meminta keterangan Mustafa.

    Ketua Umum KAKI Arifin Nur Cahyono bersama sejumlah aktivis juga telah melaporkan Azis ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuding politikus Partai Golkar itu terlibat kasus korupsi yang menjerat eks Bupati Lampung Tengah Mustafa.

    Dugaan Arief berdasarkan pengakuan Mustafa. Mustafa pernah menyebut Azis meminta fee 8 persen dari DAK 2017.



    (AGA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id