Pemerintah Diminta Tak Takut Tiongkok karena Utang

    Whisnu Mardiansyah - 13 Januari 2020 13:59 WIB
    Pemerintah Diminta Tak Takut Tiongkok karena Utang
    Kapal Coast Guard China-5302 memotong haluan KRI Usman Harun-359 saat patroli mendekati kapal nelayan pukat Tiongkok di ZEE Indonesia, utara Pulau Natuna, Sabtu, 11 Januari 2020. Foto: Antara/M Risyal Hidayat
    Jakarta: Pemerintah diminta lebih tegas kepada Tiongkok setelah kembalinya kapal nelayan Tiongkok ke zona ekonomi eksklusif (ZEE) di Natuna, Kepulauan Riau. Indisiden ini tak perlu dikaitkan dengan masalah ekonomi.

    "Pemerintah tetap menegakkan kedaulatan di wilayah kita dan tidak takut hanya karena utang kalau perlu kita tidak usah ngutang kepada Cina," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 13 Januari 2019.

    Menurut dia, masalah ketergantungan ekonomi tak punya sangkut paut dengan kedaulatan. Tiongkok tetap harus menghormati kedaulatan Indonesia tanpa membawa embel-embel hubungan ekonomi kedua negara.

    "Tentang berutang ada bunga-bunganya artinya pemberi utang ada keuntungannya," jelas Dasco.

    Politikus Partai Gerindra itu menilai bila 'Negeri Tirai Bambu' tetap membandel, pemerintah perlu menarik duta besar di Beijing, Tiongkok. Usulan itu akan disampaikan dalam rapat antara pemerintah dan DPR dalam waktu dekat.

    Hubungan diplomatik Indonesia dan Tiongkok memanas beberapa hari terakhir. Kondisi ini disebabkan masuknya sejumlah kapal nelayan Tiongkok ke perairan utara Natuna, Senin, 23 Desember 2019.

    Kapal itu beroperasi dikawal dua kapal penjaga pantai dan satu kapal perang berukuran sedang milik Tiongkok. Mereka bersikukuh menangkap ikan yang berjarak sekitar 130 mil dari perairan Ranai, Natuna.

    Berdasarkan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982, perairan Natuna termasuk ZEE Indonesia. Tiongkok tidak memiliki hak apa pun, tetapi secara sepihak mengeklaim kawasan itu masuk ke wilayah mereka.

    TNI mengerahkan delapan Kapal Republik Indonesia (KRI) berpatroli mengamankan perairan Natuna. Kapal Tingkok diklaim mulai meninggalkan Natuna setelah Presiden Joko Widodo mengunjungi lokasi, Rabu, 8 Januari 2020.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id