Demokrat Sebut Ambang Batas Presidensial Pemilu 2019 Bermasalah

    Arga sumantri - 12 Desember 2019 11:53 WIB
    Demokrat Sebut Ambang Batas Presidensial Pemilu 2019 Bermasalah
    Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan. Foto: Damar Iradat/Medcom.id
    Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan menyebut penentuan presidential threshold (PT) atau ambang batas perolehan suara untuk Pilpres 2019 bermasalah. Masalah itu menjadi alasan Demokrat ingin penyelenggaraan pemilu dievaluasi.

    "Penentuan presidential threshold itu kan bermasalah, kemarin itu kan presidential threshold ditentukan dari pemilu sebelumnya kan, itu juga pernah dipakai," kata Syarief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 12 Desember 2019.

    Demokrat juga menghendaki pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) dipisah. Demokrat menilai banyak masalah yang terjadi akibat Pemilu Serentak 2019.

    Menurut Syarief, pidato Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal pemilu bukan keluhan. SBY hanya menyampaikan fakta dan masukan untuk pemerintah, Parlemen, dan penyelenggara pemilu. 

    "Bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki ke depan," ucap Wakil Ketua MPR itu. 

    Syarief mengatakan Pilpres 2019 menyebabkan masyarakat terbelah. Banyak penyelenggara pemilu yang juga menjadi korban akibat pemilu serentak

    "Bukan keluhan, ini masukan. Ini satu catatan yang perlu diperbaiki ke depan," ungkapnya.

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, syarat partai atau gabungan partai yang boleh mengusung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di Pemilu 2019 ialah memiliki 20 persen kursi di DPR. Jumlah ini setara 25 persen suara sah di level nasional.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id