comscore

Jokowi Bawa Warna Baru dalam Misi Perdamaian Rusia dan Ukraina

Theofilus Ifan Sucipto - 03 Juli 2022 11:26 WIB
Jokowi Bawa Warna Baru dalam Misi Perdamaian Rusia dan Ukraina
Presiden Joko Widodo bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Kamis 30 Juni 2022. Foto: Kremlin
Jakarta: Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Andi Widjajanto mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) membawa warna baru dalam misi perdamaian antara Rusia dan Ukraina. Hal tersebut membuat respons Presiden Rusia Vladimir Putin lebih kooperatif.

“Selama ini lembaga internasional datang ke Rusia dengan satu tone yang sama, yaitu melakukan tekanan kepada Putin. Sementara yang dilakukan Pak Jokowi segera  mengutarakan masalah-masalah dunia,” kata Andi dalam diskusi virtual Crosscheck Medcom.id bertajuk ‘Sukses Besar! Jalur Pangan Rusia Terbuka, Jokowi: Mission Accomplished,’ Minggu, 3 Juli 2022.
Andi mengatakan pemerintah selalu memastikan komunikasi strategis di lingkup diplomasi berkelanjutan. Pemerintah juga menangkap simbol-simbol idiosinkratik selama pertemuan tersebut.

“Artinya, penting bagi kita menangkap body language atau simbol idiosinkratik,” jelas dia.

Menurut Andi, pendekatan Jokowi yang menitikberatkan dampak konflik Rusia dengan Ukraina kepada dunia sesuatu yang segar. Sebab, negara-negara lain memilih langsung memberi sanksi ekonomi kepada Rusia.

“Sedangkan Pak Jokowi meminta kerja sama dan menawarkan solusi-solusi segera untuk meminimalkan dampak karena kelangkaan pangan,” tutur dia.
 

Baca: Jalan Panjang Misi Perdamaian Jokowi ke Rusia dan Ukraina



Pertemuan antara Jokowi dan Putin membuahkan hasil. Putin menyampaikan komitmen mengekspor gandum melalui Laut Hitam.

Presiden Joko Widodo beserta rombongan terbatas tiba di Indonesia pada Sabtu, 2 Juli 2022. Kepala Negara rampung melakukan kunjungan kerja ke empat negara, yakni Jerman, Ukraina, Rusia, dan Persatuan Emirat Arab (PEA) selama sepekan.

Jokowi juga melakukan sejumlah pertemuan bilateral, antara lain dengan Kanselir Jerman, Presiden Prancis, Perdana Menteri (PM) India, PM Kanada, dan PM Inggris. Presiden kembali menekankan waktu dunia tidak panjang untuk menyelesaikan gangguan rantai pasok pangan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga pangan dan pupuk.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id