Hoaks Jemaah Umrah Indonesia Terjangkit Korona Merusak

    Siti Yona Hukmana - 29 Februari 2020 12:34 WIB
    Hoaks Jemaah Umrah Indonesia Terjangkit Korona Merusak
    Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Juru bicara Wakil Presiden, Masduki Baidlowi, mengecam keras berita bohong (hoaks) jemaah umrah Indonesia terinveksi virus korona. Kabar bohong itu dinilai telah merugikan negara.

    "Orang luar sudah mulai banyak curiga, 'ini benar enggak Indonesia betul-betul tidak terkena korona'. Ketika kita sedang mempertahankan (optimisme), lalu kemudian ada berita-berita hoaks itu sangat-sangat berbahaya," kata Masduki di The Maj Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Februari 2020.

    Masduki mengingatkan masyarakat berhati-hati menyebarkan informasi. Sebab, kata dia, lebih dari 120 juta dari 267 juta penduduk di Indonesia terbiasa menerima informasi melalui internet.

    "Berita itu taruhannya negara ini bangsa Indonesia, bagaimana kita tetap terselamatkan dari virus korona," imbuhnya.

    Hoaks Jemaah Umrah Indonesia Terjangkit Korona Merusak
    Sejumlah calon jamaah umrah yang batal berangkat ke Jeddah lewat Singapura tiba di Bandara International Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan. Foto: Antara/Nova Wahyudi

    Masduki berharap masalah jemaah umrah Indonesia cepat terselesaikan. Dia juga ingin semua stakeholder, baik itu negara, maskapai, penyelenggara umrah dan masyarakat mendukung untuk tidak menyebarkan dan percaya terhadap berita bohong.   

    Sebanyak 18 jemaah umrah asal Palembang dan Makassar diisukan positif terinfeksi virus korona setelah menjalani tes di Madinah. Mereka dikembalikan ke Indonesia. Kabar tersebut dipastikan hoaks.

    "Hoaks itu hoaks," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Arfi Hatim, Jumat, 28 Februari 2020.

    Baca: Travel Umrah Berharap Kebijakan Arab Saudi Segera Berakhir

    Pemerintah Arab Saudi menunda jemaah umrah sementara waktu. Kebijakan diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 di tanah Haram tersebut.
     
    Penangguhan masuk ke Arab Saudi dengan visa turis dari negara-negara dengan penyebaran virus Covid-19, seperti Tiongkok, Iran, Italia, Korea, Jepang, Thailand, Malaysia, Indonesia, Pakistan, Afghanistan, Irak, dan Filipina.
     
    Hal ini juga berlaku untuk Singapura, India, Lebanon, Suriah, Yaman, Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Somalia, Vietnam atau negara lain yang akan menunjukkan lebih banyak kasus virus korona. Prosedur ini bersifat sementara dan harus terus-menerus dievaluasi oleh pihak berwenang.



    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id