PBNU Desak Menteri Edhy Prabowo Hentikan Ekspor Benih Lobster

    Medcom - 05 Agustus 2020 16:04 WIB
    PBNU Desak Menteri Edhy Prabowo Hentikan Ekspor Benih Lobster
    Seorang petugas menunjukan benih lobster sitaan di Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (21/10/2018). Foto: Antara/FB Anggoro
    Jakarta: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Kementeriam Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk menghentikan ekspor benih bening lobster. Keputusan PBNU tersebut tertuang dalam hasil bahtsul masail Lembaga Bahtsul Masail PBNU Nomor 06 Tahun 2020 tentang Kebijakan Ekspor Benih Lobster.
     
    Seperti dikutip dari laman nu.or.id, Rabu, 5 Agustus 2020, PBNU mendesak KKP membuat kebijakan baru terkait ekspor benih bening lobster. PBNU memandang kepentingan mendesak KKP untuk menghentikan ekspor benih bening lobster.
     
    “Ekspor benih bening lobster (BBL) harus dihentikan,” kata Kiai Asrori Karni yang memimpin musyawarah daring LBM PBNU untuk rumusan final atas diskusi-diskusi daring sebelumnya, Selasa, 4 Agustus 2020 malam.
     
    LBM PBNU memandang kebijakan ekspor benih bening lobster bukan kebijakan tepat dalam menyejahterahkan masyarakat nelayan kecil. Pasalnya, ekspor benih bening lobster dalam skala massif dapat berakibat pada kepunahan lobster itu sendiri di perairan Indonesia.
     
    Menurut LBM PBNU, ada kebijakan lain yang lebih maslahat dalam meningkatkan kesejahteraan nelayan kecil tanpa mengganggu keberlanjutan lobster. LBM PBNU berharap pemerintah memprioritaskan pembudidayaan lobster di dalam negeri.

    Pemerintah perlu mendukung dan menyiapkan prasarana pembudidayaan lobster di dalam negeri untuk menjaga keberlangsungan lobster dan meningkatkan nilai tambah lobster.
     
    “Ekspor hanya diberlakukan pada lobster dewasa, bukan benih lobster. Menteri KP (Kelautan dan Perikanan) harus memprioritaskan pengelolaan BBL di dalam negeri, bukan mengekspor ke Vietnam dan menguntungkan para kompetitor itu,” kata Kiai Asrori Karni.
     
    LBM PBNU menerangkan pembelian benih lobster dari nelayan kecil bisa tetap difasilitasi dalam rangka meningkatkan pendapatan nelayan kecil. Tidak dilarang dan dikriminalisasi sebagaimana Permen KKP 56/2016.
     
    “Tetapi benih lobster yang dibeli dari nelayan kecil itu bukan untuk diekspor, melainkan dibudidayakan sampai memenuhi standar ekspor, dalam bentuk lobster dewasa. Ekspor lobster dewasa harus diprioritaskan, bukan ekspor benih bening lobster,” kata Kiai Asrori.
     
    Sebelum merumuskan final keputusan sidang komisi bahtsul masail diniyah al-qanuniyah, LBM PBNU mengadakan diskusi daring secara intensif yang melibatkan berbagai kalangan mulai dari pemerintah, serikat nelayan, para peneliti, dan akademisi.
    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id