UU Cipta Kerja Diharapkan Menjadi 'Obat Kuat' Perekonomian Indonesia

    Anggi Tondi Martaon - 10 Oktober 2020 13:47 WIB
    UU Cipta Kerja Diharapkan Menjadi 'Obat Kuat' Perekonomian Indonesia
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Undang-Undang Cipta Kerja (UU Ciptaker) diharapkan mampu menjadi 'obat kuat' perekonomian Indonesia. Utamanya dalam menghadapi krisis.

    "Sebab ekonomi bugar tapi tidak fit," kata pakar ekonomi dari Universitas Paramadina Wijayanto Samirin dalam diskusi virtual Smart FM dengan tema Pekerja dan UU Cipta Kerja, Sabtu, 10 Oktober 2020.

    Dia menyebut ekonomi yang tidak fit selalu terlihat ketika Indonesia mengalami krisis. Misalnya pertumbuhan ekonomi Indonesia yang turun.

    "Jadi seperti orang baru sehat, disuruh balapan lari kecapean, setelah selesai lari sakit sedikit-sedikit. Beda dengan yang bugar, siap tempur," ungkap dia.

    Hal itu terlihat paska krisis 1998. Berdasarkan data Bank Dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia 7,8 persen pada 1996 namun menjadi 5 persen pada 2004.

    Contoh lain, yakni pada 2007. Pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 6,34 persen saat itu, namun melemah menjadi 4,6 persen pada 2008. Sebab, perekonomian Indonesia terdampak krisis finansial global.

    Setelah itu, perekonomian Indonesia kembali membaik namun angkanya tidak bisa menyentuh 6,34 persen. Sempat menyentuh 6 persen pada 2012, pertumbuhan perekonomian Indonesia konstan 5 persen semenjak 2013 hingga sekarang.

    Baca: Efektivitas UU Ciptaker Bergantung pada Aturan Turunan

    "Kemudian krisis pandemi covid-19 kemudian recovery, barangkali kita akan tumbuh di 4,5 persen saja," sebut dia.
     

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id