comscore

Pemerintah Diminta Tidak Mengimpor Alat Kesehatan

Antara - 29 Oktober 2021 06:15 WIB
Pemerintah Diminta Tidak Mengimpor Alat Kesehatan
Mantan Ketua MK Hamdan Zoelva (tengah). Dok. Istimewa
Jakarta: Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Hamdan Zoelva meminta pemerintah mengkaji ulang rencana impor alat kesehatan (alkes). Dia mendorong pemerintah berkomitmen menggunakan alat kesehatan produk dalam negeri.

"Kalau pemerintah memiliki political will yang kuat, harusnya alkes seperti alat swab antigen dan alat PCR (polymerase chain reaction) ini tidak perlu impor, karena alkes impor itu harganya sangat mahal," kata Hamdan Zoelva saat menghadiri perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW 1443 Hijriah/2021 yang diselenggarakan PT Taishan Alkes Indonesia, Jakarta, Kamis, 28 Oktober 2021.
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu mengatakan seharusnya pemerintah lebih mengutamakan produsen alat kesehatan dalam negeri yang harganya jauh lebih murah dan kualitasnya sangat baik. Alat kesehatan dalam negeri juga memiliki sertifikat halal.

"Pemerintah harus meninjau ulang kebijakan mengenai alat swab antigen dan alat PCR impor yang banyak beredar sekarang ini. Saya khawatir ke depannya ini akan menjadi persoalan hukum, karena dianggap mencari keuntungan atau sengaja ada permainan soal harga alkes," kata Hamdan.

Dia mencontohkan harga alat swab antigen yang dipublish PT Taishan Alkes Indonesia sebesar Rp30 ribu. Sementara itu, harga yang ditetapkan pemerintah untuk alat swab antigen Rp55 ribu.

"Ini dari pabrik lokal dalam negeri seperti PT Taishan saja harganya lebih murah dibanding yang ditetapkan pemerintah. Malah saya yakin PT Taishan bisa tekan lagi harganya Rp25 ribu sampai Rp20 ribu. Bahkan alkes lokal ini sudah dapat sertifikat halal. Tapi kok yang banyak beredar justru alkes impor, yang harganya dua kali lipat. Saya tidak tahu lagi berapa itu untungnya dari alkes impor ini," kata dia.

Baca: Indonesia Terima Bantuan Alkes dari Tiongkok

Dengan kondisi pandemi covid-19 ini, pemerintah wajib melindungi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian Indonesia. "Tidak elok dalam kondisi sulit seperti ini produk impor terlalu diistimewakan. Kalau ada yang lebih murah, kenapa pilih yang mahal dan impor. Jika memang punya political will dan ingin membangkitkan ekonomi, produk-produk alkes dalam negeri harusnya menjadi prioritas karena ini nantinya akan berdampak pada pemulihan ekonomi terutama penyerapan tenaga kerja di Indonesia," ujar dia.

Keuntungan menggunakan produk alkes dalam negeri, kata Hamdan, salah satunya akan menyerap tenaga kerja Indonesia ketimbang membeli produk impor. "Kalau impor kan terima jadi, pabrik bukan di dalam negeri. Yang kerja bukan masyarakat Indonesia, uang lari keluar negeri juga. Saya tidak habis pikir soal alkes impor ini. Makanya saya minta pemerintah harus tinjau ulang deh impor alkes ini. Jangan sampai kita jadi bangsa yang tamak," kata Hamdan.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id