Polri Dinilai Harus Lepas Pengelolaan SIM dan STNK

    Anggi Tondi Martaon - 12 Februari 2020 15:29 WIB
    Polri Dinilai Harus Lepas Pengelolaan SIM dan STNK
    Wakil Ketua Komisi V Syarief Abdullah. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon
    Jakarta: Wakil Ketua Komisi V Syarief Abdullah menilai pengelolaan berkas kendaraan, seperti SIM, STNK, dan BPKB, diserahkan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Polri lebih baik fokus di sisi penegakan hukum.

    "Jadi penegakkan hukum ada di polisi, fungsi administrasi ada di Kemenhub. Daerah bisa mengelola (administrasi berkas) lewat perhubungan daerah," kata Syarief di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 12 Februari 2020.

    Politikus NasDem ini melihat hal tersebut dilakukan beberapa negara. Tata kelola dan kewenangan administrasi berkas dipegang otoritas perhubungan dan angkutan, bukan di bawah kepolisian.

    "Negara seperti Jerman, Prancis, Australia, dan beberapa negara itu, polisi hanya fungsi penegakan hukum," ungkap dia.

    Polri Dinilai Harus Lepas Pengelolaan SIM dan STNK
    Pengunjung melakukan pengurusan perpanjangan STNK di stan Samsat Online. Foto: Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso

    Syarief menyayangkan Kemenhub yang mengaku tidak sanggup menjalankan tugas tersebut. Alasan sumber daya manusia dan teknologi seharusnya bisa dicarikan solusi.

    Dia mendukung jika pengelolaan berkas kendaraan di bawah Kemenhub. Namun, dia mengakui perlu ada kajian mendalam sebelum pengalihan tata kelola diputuskan.

    Syarief juga mengimbau polemik pengelola SIM, STNK, dan BPKB tidak dibesar-besarkan. Wacana tersebut bertujuan meringankan kinerja polisi.

    Wacana pengalihan berkas kendaraan mengemuka pada revisi Undang Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Rancangan regulasi itu masuk dalam Prolegnas Prioritas 2020.





    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id