Menlu: Indonesia Amankan Lebih dari 91 Juta Dosis Vaksin Covid-19

    Atikah Ishmah Winahyu - 04 Juni 2021 04:09 WIB
    Menlu: Indonesia Amankan Lebih dari 91 Juta Dosis Vaksin Covid-19
    Ilustrasi vaksin covid-19. Medcom.id



    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan pemerintah Indonesia berhasil mengamankan 91.910.500 dosis vaksin covid-19. Jumlah tersebut terdiri atas Vaksin Sinovac 84.500.000 dosis, vaksin AstraZeneca yang didapatkan secara gratis dari COVAX Facility 6.410.500 dosis, dan Vaksin Sinopharm 1 juta dosis.

    “Upaya mendapatkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan terus dilanjutkan,” kata Retno dalam rapat bersama Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis 3 Juni 2021.

     



    Dia mengungkapkan salah satu tantangan yang dihadapi semua negara dalam mengakses vaksin covid-19 yakni terjadinya keterlambatan pengiriman vaksin baik dari jalur bilateral maupun multilateral. Keterlambatan pengiriman lantaran kapasitas produksi masih terbatas dan restriksi ekspor dari negara-negara produsen, termasuk India yang disebabkan meningkatnya kasus covid-19 di negara tersebut.

    “Sebagai contoh, Vaksin AstraZeneca yang diprdouksi oleh Serum Institute India hanya terkirim 18 persen dari komitmen awal. Sementara Vaksin AstraZeneca oleh SK Bio Korea Selatan hanya mencapai 50 persen dari komitmen awal,” ungkap dia.

    (Baca: 17 Juta Orang Sudah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama)

    Selain itu, masih terjadi kesenjangan terkait kepemilikan dan pelaksanaan vaksinasi. Data WHO, kawasan Amerika Utara telah memvaksinasi 59,62 persen total populasinya, Eropa 46,53 persen, kawasan ASEAN 7,13 persen, dan Afrika hanya 2,25 persen.

    Data lain mengungkapkan negara kaya sudah memperoleh 83 persen dosis vaksin covid-19. Sementara itu, negara berkembang baru menerima 17 persen dosis vaksin global meski jumlah penduduknya mencapai 47 persen dari populasi dunia.

    Direktur Jenderal WHO juga menyampaikan lebih dari 75 persen dosis vaksin yang telah disuntikkan di dunia hanya di 10 negara saja. Retno menegaskan selain mendukung kebutuhan vaksin di dalam negeri, diplomasi Indonesia juga mendukung dan berada di garda terdepan memperjuangkan akses setara terhadap vaksin bagi semua negara.

    “No one is safe until everyone is (Tidak ada yang aman, sampai semuanya aman),” tegas dia.

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20.05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id