5 Fakta Seputar Penyuntikan Vaksin Nusantara Hari Ini

    Sri Yanti Nainggolan - 14 April 2021 17:45 WIB
    5 Fakta Seputar Penyuntikan Vaksin Nusantara Hari Ini
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Sejumlah anggota Komisi IX DPR mendatangi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, hari ini, 14 April 2021. Mereka dijadwalkan untuk disuntik Vaksin Nusantara

    Namun, ternyata bukan vaksinasi yang dilakukan. Di sisi lain, ada beberapa legislator yang menolak disuntik Vaksin Nusantara. 

     



    Berikut empat fakta terkait vaksinasi dengan Vaksin Nusantara yang belum mendapat izin dari restu Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada hari ini:

    1. Hanya mengambil sampel darah

    "Ini saya sudah mengambil sampel darah untuk diolah selama 7 hari untuk dijadikan Vaksin Nusantara," kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021.
     
    Menurut Dasco, ada 40 orang dari berbagai kalangan, termasuk anggota DPR dari Komisi IX yang diambil sampel darahnya. Namun, dia tak memerinci siapa saja yang hadir.

    Dasco mengatakan proses pengambilan sampel darah dilakukan dengan baik. Proses screening dilakukan mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga pertanyaan riwayat penyakit.

    2. DPR tak masalah dijadikan relawan riset

    Dasco mengaku tak masalah menjadi relawan riset vaksin yang digagas mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto itu. Teranyar, Vaksin Nusantara belum memasuki uji klinik fase ketiga.
     
    "Saya pikir begini, kita kan harus mendukung produksi dalam negeri terutama produksi anak bangsa," ujar Dasco.

    3. Diklaim mendapat dukungan penuh dari DPR

    Wakil Ketua Komisi IX DPR Emanuel Melkiades Laka Lena mengeklaim Vaksin Nusantara mendapat dukungan penuh dari seluruh fraksi. Vaksin tersebut kini dalam tahap riset.
     
    "Semua fraksi di Komisi IX mendukung, enggak ada yang enggak mendukung. Komisi IX dan DPR mendukung," kata Melkiades di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu, 14 April 2021.
     
    Melkiades telah diambil sampel darahnya untuk dilakukan riset mendalam terhadap khasiat Vaksin Nusantara. Legislator lainnya bakal menyusul.

    4. Ada pihak yang kontra jadi relawan riset

    Namun, pernyataan Melkiades dibantah Wakil Ketua Komisi IX Charles Honoris. Charles menyebut Komisi IX tidak pernah menyetujui mengikuti uji vaksin tersebut.
     
    "Komisi IX DPR tidak pernah menyepakati secara kolektif untuk ikut vaksinasi Vaksin Nusantara," kata Charles dalam keterangan tertulis, Rabu, 14 April 2021.
     
    Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan beberapa pimpinan atau anggota Komisi IX yang mengikuti pengambilan sampel darah itu dilakukan secara pribadi. Sikap mereka tidak mewakili Komisi IX.

    5. Satgas Covid-19 minta Vaksin Nusantara ikuti aturan WHO

    Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan riset pengembangan Vaksin Nusantara harus mengikuti aturan main Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Vaksin Nusantara wajib melewati berbagai tahap uji coba sebelum disuntikkan kepada masyarakat luas. 
     
    "Dalam berbagai pengembangan vaksin di Indonesia termasuk Vaksin Nusantara, harus mengikuti kaidah-kaidah ilmiah yang sudah diakui dan sesuai standar WHO," kata Wiku di Jakarta, Rabu, 14 April 2021.
     
    Namun, Wiku enggan berkomentar terkait penyuntikan Vaksin Nusantara kepada sejumlah tokoh. "Terkait Vaksin Nusantara, kewenangan tersebut ada di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) selaku otoritas resmi," ucap Wiku.
     

    Vaksin untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
     
    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
     
    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.





    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id