Alasan Pemerintah Tak Cabut RUU HIP

    Nur Azizah - 23 Juni 2020 12:31 WIB
    Alasan Pemerintah Tak Cabut RUU HIP
    Ilustrasi RUU HIP. MI
    Jakarta: Pemerintah menolak mencabut Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP). RUU itu bukan usulan pemerintah.

    "Supaya diingat bahwa rancangan undang-undang itu adalah usulan dari DPR sehingga keliru kalau ada orang mengatakan kok pemerintah tidak mencabut," kata Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 23 Juni 2020.

    Mahfud menegaskan pemerintah hanya bisa mengusulkan RUU itu dibahas ulang. Caranya, tidak mengeluarkan surat presiden pembahasan RUU HIP.

    "Untuk itu kita kembalikan ke sana, tolong dibahas ulang. Soal mau dicabut atau tidak itu kan bukan urusan pemerintah. Jadi, keliru kalau minta pemerintah mencabut itu. Kalau sembarang mencabut itu kehidupan bernegara kita kacau nanti saling cabut enggak ada selesainya," tutur dia.

    Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu menjelaskan demokrasi mempunyai dua dimensi. Pertama, dimensi substantif yang harus betul-betul memperhatikan suara rakyat.

    (Baca: Pengusul RUU HIP Diminta Dengarkan Aspirasi Rakyat)

    Kedua, dimensi normatif atau prosedur. Menurutnya, demokrasi harus berdampingan dengan nomokrasi.

    "Demokrasi itu idenya di mana rakyat harus ditampung pendapatnya. Kemudian nomokrasi itu prosedurnya agar proses penampungan itu benar dan fair. Nah, di sini kita kembalikan ke nomokrasinya dulu. Bahwa prosedurnya ada di sana di lembaga legislatif tentang RUU HIP itu," terang Mahfud.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menegaskan tak akan mengirimkan surat presiden (surpres) terkait pembahasan RUU HIP kepada DPR. Pemerintah tidak pernah ikut campur terhadap RUU inisiatif DPR tersebut.
     
    Kepala Negara mengaku belum mengetahui isi RUU HIP tersebut. Pemerintah juga tak menyiapkan daftar isian masalah (DIM).
     
    "Ini (RUU HIP) 100 persen adalah inisiatif dari DPR, jadi pemerintah tidak ikut campur sama sekali," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Bogor, Jumat, 19 Juni 2020.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id