Uang Pensiun PNS Rp1 Miliar Membebani Anggaran

    Candra Yuri Nuralam - 18 Februari 2020 12:10 WIB
    Uang Pensiun PNS Rp1 Miliar Membebani Anggaran
    Ilustrasi ASN. Foto: Medcom.id/Farhan D
    Jakarta: Wakil Ketua MPR Syarief Hasan meminta wacana pemberian uang pensiun Rp1 miliar untuk pegawai negeri sipil (PNS) dikaji ulang. Wacana itu dinilai membebani keuangan negara. 

    "Sekarang uangnya dari mana? Dari pinjaman? Debt rasio naik lagi. Sekarang saja sudah 30 persen atau mau 31 persen. Boleh saja prinsipnya untuk kesejahteraan. Itu juga meningkatkan ekonomi. Tetapi persoalannya uangnya dari mana?," kata Syarief di Komplek DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa 18 Februari 2020.

    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyambut positif wacana tersebut dengan catatan anggarannya tak membebani keuangan negara. "Kalau saya sih setuju, kalau uangnya ada pasti setuju," kata Dasco

    Dasco meminta wacana ini dikaji matang dampak positif dan negatifnya. Jangan sampai wacana ini hanya menimbulkan polemik dan penolakan publik. 

    "Sebenarnya usul yang bagus. Tapi nanti kita lihat perimbangan keuangan bagaimana. Mesti dikaji lebih matang," ujar Dasco.

    Uang Pensiun PNS Rp1 Miliar Membebani Anggaran
    Menteri PANRB Tjahjo Kumolo. Foto: Medcom.id/Faisal Abdalla

    Sebelumnya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo mewacanakan PNS mendapat uang pensiun sebesar Rp1 miliar. Wacana ini telah disampaikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. 

    Menurutnya, wacana ini bagian program peningkatan dana pensiun bagi PNS dan personel TNI-Polri. "Saya juga sudah meminta kalau begitu ASN pensiun, itu kalau bisa minimal dapat Rp1 miliar," katanya di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin, 17 Februari 2020.



    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id