Mahfud: Laporan BEM UI Soal Tahanan Politik Tak Rinci

    Nur Azizah - 18 Februari 2020 17:16 WIB
    Mahfud: Laporan BEM UI Soal Tahanan Politik Tak Rinci
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut laporan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) terkait tahanan politik di Papua, hal biasa. Pasalnya, daftar itu tak detail.

    "Cuma nama, A, B, C, D, dan itu tidak dijelaskan kasus apa. Anda kasih daftar nama tahanan politik, bisa saja kriminal biasa," kata Mahfud di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa, 18 Februari 2020.

    Menurut dia, seluruh tahanan politik tercatat di Mabes Polri. Sementara itu, daftar yang diberikan kepada Mahfud tak satu pun yang memiliki keterangan.

    "Di situ enggak ada. Ya biasalah begitu-begitu, kalau hal seperti itu hal kecil sajalah. Kan sudah tercatat di polisi," ungkap dia.

    Kendati begitu, Mahfud bakal mencocokkan data dengan daftar milik Polri. Dia menilai bisa saja nama-nama yang disetor bukan orang Papua dan tahanan politik.

    Mahfud: Laporan BEM UI Soal Tahanan Politik Tak Rinci
    Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez

    Senin, 17 Februari 2020, Mahfud menerima laporan dari BEM UI perihal 57 tahanan politik dan 243 korban sipil yang tewas di Nduga, Papua. Laporan itu sama dengan daftar nama yang diberikan aktivis Veronica Koman di Australia dua pekan lalu.

    "Kami menyerahkan dokumen yang sama ditambah dengan kajian atas beberapa produk legislasi yang bermasalah dan harus disahkan segera," kata Ketua BEM UI Fajar Adi Nugroho.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id