PPP Usul Penerapan Karantina Wilayah

    Anggi Tondi Martaon - 26 Maret 2020 18:30 WIB
    PPP Usul Penerapan Karantina Wilayah
    Ilustrasi korona. Medcom.id
    Jakarta: Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengusulkan penerapan karantina wilayah. Sebab, kondisi penyebaran virus korona (covid-19) cukup mengkhawatirkan.

    "Penyebaran virus sangat masif sementara interaksi sosial masih terjadi. Maka pemerintah sudah bisa mempertimbangkan opsi karantina (lockdown) untuk kota-kota besar yang penyebaran covid-19 sangat sporadis," kata Sekretaris Fraksi PPP di DPR Achmad Baidowi, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.

    Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR itu menilai anjuran pembatasan jarak atau social distancing tidak diikuti semua pihak. Masih banyak warga bekerja di luar rumah.

    "Tidak hanya pekerja dengan upah harian, namun juga pekerja perkantoran dan pertokoan tetap masuk kerja sehingga imbauan WFH (work from home) tidak berjalan maksimal," kata dia.

    Baidowi meminta pemerintah tegas. Salah satunya menerapkan Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2018 tentang Karantina Kesehatan. Pihak yang melanggar harus diberi sanksi.

    (Baca: Setelah Jakarta Berstatus Tanggap Darurat Bencana Korona)

    Dia juga meminta sinergi antara pemerintah pusat dan daerah ditingkatkan. Terutama, memenuhi kebutuhan masyarakat bila opsi karantina wilayah diterapkan.

    "Ketersediaan bahan pangan bagi warga yang tidak boleh beraktivitas di luar. Tentu akan efektif apabila dibarengi dengan penegakan hukum yang ketat. Keselamatan manusia harus diutamakan," ujar dia.

    Jumlah pasien positif virus korona di Indonesia bertambah ratusan orang per Kamis, 26 Maret 2020. Kasus positif covid-19 tersebar di 27 provinsi di Indonesia.
     
    "Ada tambahan kasus positif 103 orang sehingga total menjadi 893 kasus," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan covid-19, Achmad Yurianto, saat konferensi pers di Graha Badan Nasional Penanggulanagan Bencana (BNPB), Jakarta, Kamis, 26 Maret 2020.
     
    Adapun pasien sembuh sebanyak 35 orang dan pasien meninggal menjadi 78 orang.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id