Lebih dari Satu Calon Kapolri Disiapkan Kompolnas

    Cahya Mulyana - 04 Januari 2021 03:16 WIB
    Lebih dari Satu Calon Kapolri Disiapkan Kompolnas
    Ilustrasi/Medcom.id
    Jakarta: Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) tengah menjaring calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri). Rencananya hasil seleksi akan diserahkan ke Presiden Joko Widodo sebelum masa reses DPR berakhir, 10 Januari 2021.

    "Kompolnas akan menyerahkan lebih dari satu nama. Kami akan menyerahkan dalam waktu dekat," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada Media Indonesia, Minggu, 3 Januari 2021.

    Menurut dia, Kompolnas belum menentukan nama-nama calon kapolri. Prosesnya masih bertumpu pada seleksi berdasarkan kriteria.

    Baca: Kompolnas Segera Serahkan Nama Calon Kapolri ke Presiden

    "Kami masih saring dulu berdasarkan kriteria. Untuk nama-nama (calon kapolri) yang kami pertimbangkan, nantinya akan kami serahkan kepada presiden," katanya.

    Poengky mengatakan tugas pihaknya sesuai Undang-undang (UU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia pasal 38 ayat (1) huruf b. Kompolnas bertugas memberikan pertimbangan kepada presiden dalam pengangkatan dan pemberhentian Kapolri.

    Merujuk pasal 11 ayat (6) UU tersebut, calon kapolri adalah perwira tinggi di Polri yang masih aktif dengan memperhatikan jenjang kepangkatan dan karier. Artinya, yakni pemilik pangkat tertinggi di bawah Kapolri saat ini.

    Sementara itu, yang dimaksud dengan jenjang karier ialah pengalaman penugasan dari perwira tinggi calon kapolri. Terutama pada berbagai bidang profesi kepolisian atau berbagai macam jabatan di kepolisian.

    "Oleh karena itu nantinya ketika memberikan pertimbangan kepada presiden maka kami berpedoman pada pasal 11 ayat (6) UU nomor 2 tahun 2002," kata Poengky.

    DIa juga mengatakan Kompolnas akan melihat data track record, prestasi dan integritas calon-calon kapolri. Di luar kriteria tersebut, pihaknya meminta masukan dari sejumlah pihak termasuk masyarakat. 

    Khususnya terkait potensi yang dapat muncul dan harus ditangani kepolisian. Termasuk berkaitan dengan pandemi dan tantangan Polri di masa depan.

    "serta bagaimana polri dapat menangani makin berkembangnya kejahatan siber dan kejahatan trans-nasional," paparnya.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id