Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Upaya Pemerintah Mempercepat Konektivitas

    Nur Azizah - 20 Oktober 2020 09:00 WIB
    Setahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Upaya Pemerintah Mempercepat Konektivitas
    Jalan Tol Manado-Bitung. DOK Jasa Marga
    Jakarta: Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu langkah strategis kepemimpinan Presiden Jokowi Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Pembangunan infrastruktur penting untuk mewujudkan ketahanan air, kedaulatan pangan, dan ketahanan energi.

    Pembangunan infrastruktur sempat mengalami kendala lantaran pandemi covid-19 (korona). Namun, Jokowi telah meresmikan beberapa proyek pembangunan tol.

    "Ketersediaan infrastruktur mempercepat ekspansi ekonomi," kata Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dalam laporan kinerja 1 tahun Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin, di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2020.

    Teranyar, Jokowi meresmikan Tol Manado-Bitung, ruas Manado-Danowudu. Jalan bebas hambatan sepanjang 26 kilometer itu menjadi jalan tol pertama di Sulawesi Utara. Jalan itu diharapkan bisa mempermudah kegiatan usaha dan memudahkan transportasi masyarakat.

    Jokowi juga meresmikan proyek jalan Tol Pekanbaru-Dumai. Jalan sepanjang 131,5 kilometer ini rampung dengan biaya Rp12,18 triliun.

    (Baca: Jokowi Instruksikan Pjs Gubernur Sulut Tarik Investor ke KEK Bitung)

    Kehadiran jalan tol itu diharapkan mendukung kegiatan produktif masyarakat. Waktu tempuh dan biaya logistik juga semakin cepat dan hemat.

    Moeldoko menuturkan nilai stok infrastruktur Indonesia 35 persen pada 2015. Dalam kurun waktu empat tahun naik 8 persen. Angka ini akan terus digenjot untuk mengejar ketertinggalan standar global minimal 70 persen.

    "Meskipun investasi infrastruktur masih jauh tertinggal, pemerintah mempercepat ketersediaan infrastruktur konektivitas," tutur mantan Panglima TNI itu.

    Konektivitas ini untuk menurunkan biaya logistik dan memberikan kemudahan bagi rakyat menuju fasilitas sosial dasar. Daerah-daerah yang dulu terpisah kini telah tersambung.

    "Peringkat konektivitas infrastruktur kita membaik," ujar Moeldoko.

    Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah, yakni menurunkan biaya logistik. Biaya logistik Indonesia saat ini masih 23,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini masih tertinggi di antara negara-negara Asia Tenggara.

    "Biaya logistik ini harus dipangkas," ujar Moeldoko.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id