Partai Baru Wajib Jaga Iklim Demokrasi Sehat

    Insi Nantika Jelita - 17 November 2020 05:03 WIB
    Partai Baru Wajib Jaga Iklim Demokrasi Sehat
    Ilustrasi: Medcom.id
    Jakarta: Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi menilai adanya partai baru belakangan ini bukan sesuatu yang luar biasa. Keberadaan mereka diharapkan dapat meramaikan dunia politik Tanah Air ke depan.

    Partai baru yang muncul ialah Partai Ummat yang didirikan politikus senior Amien Rais. Selain itu, ada Partai Majelis Syuro Muslimin (Masyumi) yang dideklarasikan dengan nama Masyumi Reborn. Ada pula Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia yang sebagian kepengurusannya bekas kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

    "Kami dari PPP mengucapkan selamat datang dalam dunia politik. Semoga kedepan membangun demokrasi secara sehat," ujar Baidowi dalam acara Journalist on Duty IG Live Media Indonesia, Senin, 16 November 2020.

    Menurut dia, yang dibutuhkan partai politik (parpol) bukan sekadar nama, tetapi eksistensi untuk dikenal luas masyarakat. Ada beberapa partai yang tidak bertahan lama karena berbagai faktor.

    Baca: Partai Ummat Pilih Logo Perisai Berbintang

    "Pendidikan partai politik bukan kali ini saja, sejak era Orde Baru dan Reformasi sudah ada. Banyak yang muncul dan pergi. Parpol perlu eksistensi di lapangan. Perlu ada badan hukum juga dan lainnya," jelas Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR.

    Selain itu, Baidowi menuturkan sepak terjang parpol bukan hanya mendirikan partai dan menggaet simpatisan, tetapi akan diuji jika terlibat dalam pemilihan umum (pemilu). Partai baru harus melalui verifikasi untuk bisa merebut kursi di Parlemen.

    "Kalau lolos (verifikasi) dalam pemilu bukan berarti selesai pekerjaanya. Mereka harus terlibat dalam politik itu sendiri, itu ujian sebenarnya," ucap Baidowi.

    Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio mengungkapkan, dalam pendirian partai politik dibutuhkan minimal tiga syarat. Yang pertama harus memiliki loyalis yang kuat, lalu tokoh sentral yang kuat, dan pendanaan yang besar.

    "Seperti PSI (Partai Solidaritas Indonesia) pendanaan mereka kuat, tapi tokoh dan loyalis kurang. Kalau tidak ada tiga syarat ini, bakal repot," tutur Hendri.

    Hendri menilai adanya loyalis dan tokoh yang kuat bisa mendobrak nama partai baru itu. Namun, hal itu juga perlu diseimbangi dengan pendanaan atau modal politik yang kuat juga.

    Hendri menyoroti partai baru seperti Partai Ummat dan Gelora yang memiliki keseriusan dalam meramaikan kancah perpolitikan Tanah Air. Dia menilai selama ini partai baru belum bisa sejajar dengan partai sebelumnya.

    Selama ini, kata dia, baru pecahan partai dari Golkar saja yang mampu bertahan berdiri dalam kontestasi politik Indonesia. Hal ini terjadi pada Partai NasDem dan Gerindra.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id