3 Kerentanan Pekerja Migran Terkait Hak Kesehatan

    Sri Yanti Nainggolan - 18 November 2020 13:59 WIB
    3 Kerentanan Pekerja Migran Terkait Hak Kesehatan
    Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
    Jakarta: Komnas HAM menilai hak kesehatan bagi kelompok rentan di Indonesia masih minim. Salah satunya, kelompok pekerja migran.

    Peneliti Komnas HAM Yeni Rosdianti menyoroti praktik komodifikasi pada penerbitan surat keterangan sehat bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Pekerja migran rentan dipalak.

    "Ada permainan pada surat keterangan sehat dengan harga tertentu," kata dia dalam webinar publik Pra-Festival HAM 2020, Rabu, 18 November 2020.

    Kedua, tidak ada jaminan kesehatan yang disediakan pemerintah bagi PMI di negara penempatan. Sementara itu, tak semua negara penempatan memberi jaminan kesehatan.

    "Jadi ini sangat mahal ketika (PMI) ada masalah kesehatan di negara tersebut," kata dia.

    Baca: Pengiriman Pekerja Migran Ilegal Dinilai Sebagai Perdagangan Manusia

    Terakhir, banyaknya kasus pelanggaran hak pekerja migran dengan dominasi kekerasan dan penipuan. Hal itu berpengaruh langsung pada pelanggaran hak atas kesehatan dan hak untuk hidup.

    Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyebutkan fasilitas kesehatan untuk PMI sudah 100 persen memenuhi standar. Persoalan bukan ada di standar dan kebijakan.

    "Masalah surat sehat, itu mungkin dalam pelayanan. Tapi dari fasilitas sudah memenuhi,"
    kata Asisten Deputi Ketahanan Gizi, Kesehatan Ibu dan Anak, dan Kesehatan Lingkungan Kemenko PMK Jesli Marampa.

    Komnas HAM menyebut ada enam kategori lain yang masuk dalam dalam kelompok rentan di luar pekerja migran. Kelompok tersebut ialah perempuan, anak dan remaja, penyandang disabilitas, lanjut usia, masyarakat adat, dan orang dengan HIV/AIDS (ODHA).

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id