• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 15 OKT 2018 - RP 39.894.780.549

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

DPR-Pemerintah Sepakati Sistem Hybrid Multiplexing

13 Februari 2018 20:22 wib
Ketua DPR Bambang Soesatyo membahas RUU Penyiaran dengan
Ketua DPR Bambang Soesatyo membahas RUU Penyiaran dengan Menkominfo Rudiantara, di gedung DPR, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018. Foto: DPR

Jakarta: DPR dan pemerintah sepakat menggunakan sistem hybrid multiplexing dalam mengatur frekuensi penyiaran di Indonesia.  Alotnya pemilihan sistem frekuensi penyiaran ini sempat membuat Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyiaran tak kunjung disahkan.

“Saya kira kita perlu mencari jalan keluarnya, sehingga RUU Penyiaran bisa segera diselesaikan dengan bijaksana," kata Ketua DPR Bambang Soesatyo saat bertemu secara informal dengan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di ruangannya, seperti dilansir Antara, Selasa, 13 Februari 2018. Pertemuan dihadiri para pimpinan fraksi di DPR.

RUU Penyiaran tak kunjung rampung karena tarik menarik antara sistem single mux dan multi mux. Padahal, RUU ini sudah dibahas sejak 2008. Bamsoet, panggilan Bambang, juga membenarkan hal ini.

Setelah melalui berbagai pertimbangan dan pembahasan, DPR dan pemerintah yang diwakili Rudiantara sepakat mencari jalan tengah, yakni sistem hybrid multiplexing.

Bamsoet mengatakan sistem ini merupakan campuran antara sistem single mux dan multi mux. Dengan sistem ini, kata dia, berbagai kebaikan yang ada di kedua sistem itu bisa diambil dan dikombinasikan.

“Dengan demikian dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua pihak, negara maupun para pelaku usaha industri penyiaran sama-sama diuntungkan," kata dia.

Baca: Pembahasan RUU Penyiaran Terbentur Konsep Single Mux dan Multi Mux

Bamsoet menyatakan RUU Penyiaran sebagai inisiatif DPR akan dibahas pada masa sidang berikutnya. Hal ini mengingat besok sudah penutupan masa sidang.

“Insyaallah sudah tidak ada pembahasan yang terlalu rumit. Dengan menjalin komunikasi secara rutin, semua bisa diselesaikan dan dicari jalan keluarnya," kata dia.

Menkominfo Rudiantara menyambut baik adanya usulan sistem hybrid multiplexing. Dirinya berharap agar RUU Penyiaran segera diselesaikan.




(UWA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.