Sederet Opsi Revisi Mekanisme Pilkada

    Arga sumantri - 14 November 2019 18:33 WIB
    Sederet Opsi Revisi Mekanisme Pilkada
    Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia. MI/Susanto.
    Jakarta: Komisi II sepakat mengevaluasi Undang-Undang Tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Khususnya menyangkut mekanisme pemilihan langsung atau tidak langsung.

    "Memang salah satu opsi adalah pilkada itu dikembalikan ke DPRD," kata Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, 14 November 2019.

    Opsi lain yang berkembang yakni penyelenggaraan pilkada asimetris. Artinya, tak seluruh daerah mengelar pilkada langsung. Konsep ini akan membagi daerah mana saja yang dinilai bisa menggelar pilkada langsung atau melalui DPRD.

    Doli menjelaskan penerapan pilkada asimetris bakal dilihat dari hasil kajian indeks demokrasi di sebuah wilayah. Pasalnya, kata dia, indeks demokrasi di tiap wilayah berbeda.

    Doli tak menafikan pilkada langsung menimbulkan dampak negatif, seperti politik uang dan disparitas masyarakat.

    "Apakah memang pilkada langsung ini memberi kan dampak positif atau negatif terhadap keterlibatan masyarakat," ujarnya.

    Opsi selanjutnya memberlakukan pilkada langsung di tingkat kota dan kabupaten. Pemilihan gubernur dilakukan melalui DPRD. Opsi ini didasari hasil riset sebagian kelompok masyarakat dan universitas terkait basis otonomi daerah.

    Kota dan kabupaten dinilai sebagai basis utama otonomi daerah. Pemilihan wali kota dan bupati dianggap lebih baik dilakukan secara langsung.

    "Sementara di provinsi, karena dia kepanjangan pemerintah pusat, mungkin tidak perlu dilaksanakan secara langsung," paparnya. 

    Doli menegaskan belum ada keputusan terkait opsi revisi mekanisme pilkada. Komisi II akan membahas revisi UU Pilkada pada awal masa sidang selanjutnya atau pada awal 2020.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id