Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perusahaan Belum Bayar THR - Medcom

    Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perusahaan Belum Bayar THR

    01 Juni 2019 15:59 WIB
    Pemerintah Diminta Tindak Tegas Perusahaan Belum Bayar THR
    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea (paling kiri). Foto: Istimewa
    Jakarta: Pemerintah diminta menindak tegas perusahaan-perusahaan yang sampai saat ini belum membayar tunjangan hari raya (THR) kepada karyawannya. Sebab, pemberian THR merupakan hak pekerja yang diatur dan dijamin oleh peraturan perundang-undangan.

    Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan masalah THR ini terus terjadi setiap tahunnya. Padahal, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja atau Buruh di Perusahaan

    Berdasarkan peraturan tersebut, pembayaran THR paling lambat dilakukan H-7 Lebaran dalam bentuk uang. Bagi pekerja yang masa kerjanya satu tahun atau lebih, besaran THR minimal 1 kali gaji. Sementara itu, bagi pekerja yang masa kerjanya kurang dari 1 tahun besaran THR dibayar secara proporsional. 

    "Kami harap pemerintah bisa bertindak tegas perusahaan-perusahan yang melanggar dengan tidak membayar THR pada buruhnya," ujar Andi Gani dalam acara buka puasa bersama dan pemberian santunan kepada yayasan sosial di Hotel Puri Denpasar, Jakarta, Jumat, 31 Juni 2019.

    Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial  Kemenaker Haiyani Rumondang serta ratusan anggota KSPSI turut hadir dalam acara tersebut.

    Andi Gani mengakui kasus belum terbayarnya THR saat ini sudah jauh berkurang. Karena, Kemenaker dan KSPSI membuka posko pengaduan di setiap provinsi.

    Andi Gani pun mengajak seluruh buruh yang tergabung dalam KSPSI di seluruh Indonesia dan luar negeri untuk selalu memiliki kepedulian sosial terhadap sesama. 

    "Ini harus menjadi kegiatan rutin KSPSI di berbagai kesempatan. Kita juga selalu terjun dalam kegiatan bantuan terhadap korban bencana alam di seluruh Tanah Air," ujarnya.

    Sementara itu, Hanif Dhakiri memastikan akan menindak perusahaan yang abai akan THR karyawan. Posko pengaduan THR juga sudah ada di seluruh wilayah Indonesia.

    "Ini menunjukkan serikat buruh tidak hanya berjuang untuk kepentingan sendiri tetapi juga peduli terhadap masyarakat yang membutuhkan," jelasnya.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id