Pemilu Indonesia Disebut Semakin Bising

    Theofilus Ifan Sucipto - 02 Oktober 2019 11:22 WIB
    Pemilu Indonesia Disebut Semakin Bising
    Anggota Wantimpres Sidharto Danusubroto. MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sidarto Danusubroto menilai Pemilu Indonesia semakin bising. Sidarto membandingkan Pemilu 2019 dengan Pemilu 1955.

    "Pemilu saat ini semakin noisy (bising) dan costly (memakan biaya)," kata Sidarto di Pullman Hotel, Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu, 2 Oktober 2019.

    Sidarto menyebut ada banyak perbedaan Pemilu Serentak 2019 dan Pemilu 1955. Pada 1995, pemilihan umum tak memakan biaya besar. Media sosial juga belum ada seperti sekarang.

    Sidarto mempertanyakan kesiapan Indonesia menghadapi sistem demokrasi langsung. Mantan Ketua MPR itu mencontohkan demonstrasi pascapenetapan Presiden dan Wakil Presiden di Mahkamah Konstitusi.

    "Tahun 1955 fokusnya menjalankan demokrasi yang natural. Tapi sekarang ini hebohnya bukan main," ujar Sidarto. 

    Sidarto juga mempersoalkan besarnya biaya yang dikeluarkan calon pemimpin saat pemilu. Sidarto menyebut koleganya harus mengucurkan ratusan miliar rupiah untuk bertarung di pemilu.

    Sidarto menilai hal itu tak efektif. Ia mengusulkan pemerintah merevisi Undang-Undang Pemilu.

    "Harus ada yang diperbaiki agar pemilu lebih adem, demokratis, dan murah," tutur Sidarto.



    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id