Stafsus Milenial Direstui Tetap Berbisnis

    Damar Iradat - 25 November 2019 17:19 WIB
    Stafsus Milenial Direstui Tetap Berbisnis
    Presiden Joko Widodo bersama tujuh stafsus milenial. Foto: Medcom.id/Damar Iradat
    Jakarta: Ketujuh staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo dari kalangan milenial direstui untuk tetap melanjutkan usahanya. Mayoritas stafsus milenial Presiden Jokowi memiliki bisnis perusahaan rintisan (startup) sebelum masuk ke Istana.

    "Mereka yang masih mempunyai usaha di tempat usahanya tetap diminta mengembangkan usahanya. yang masih belajar, ya silakan belajar," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 25 November 2019. 

    Stafsus milenial tidak perlu harus setiap hari ke kantor. Di era informasi yang dinamis ini, mereka dapat mengerjakan tugas-tugas dari Jokowi di mana saja. 

    Pramono menjelaskan Jokowi sengaja memilih kalangan milenial yang berprestasi untuk menjadi stafsus. Pasalnya, mereka dipercaya akan membawa perubahan transformasi global. 

    Kalangan milenial, kata dia, juga yang nantinya memimpin Indonesia. Untuk itu, mereka ditunjuk sejak awal untuk berkenalan dengan birokrasi pemerintahan.

    "(Bagaimana) tata cara pengambilan keputusan sehingga bukan kemudian stafsus yang dari hari ke hari ada di kantor," ujar dia.

    Politikus PDI Perjuangan itu juga merespons santai kritik dari anggota DPR Fadli Zon yang menyebut ketujuh stafsus milenial tak akan berkontribusi banyak dalam membantu Presiden. Dia tak memusingkan pendapat politikus Partai Gerindra itu.

    "Terus terang kita kangen kalau Pak Fadli enggak bilang itu. Jadi kita anggap saja itu hiburan dari Senayan untuk Pak Presiden, dan buat kami semua dari Pak Fadli,"  ujar dia. 

    Pramono juga menjawab kritik soal gaji stafsus presiden yang mencapai Rp51 juta. Dia menyebut hal itu wajar karena jabatan stafsus setingkat eselon I di lingkungan Sekretariat Kabinet. 

    "Karena itu kan ada keppresnya (keputusan presiden). Ada aturan mainnya," ungkap Pramono.

    Jokowi mengenalkan tujuh stafsus baru dari kalangan milenial, Kamis, 21 November 2019. Mereka yakni Direktur Utama Ruangguru Adamas Belvasyah Devara, CEO Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, pendiri Yayasan Kitong Bisa Billy Mambrasar, CEO Thisable Enterprise Angkie Yudistia, dan mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Aminuddin Maruf.

    Jokowi menyatakan mereka tidak bekerja penuh waktu. Pasalnya, para stafsus milenial itu memiliki agenda lain di luar tugas di Istana.

    "Tidak harus ketemu, tapi minimal satu-dua minggu ketemu, tidak harus harian ketemu, tapi masukan setiap jam, setiap menit bisa saja," kata Jokowi.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id