BNPT Enggan Rilis Jumlah TNI Terpapar Radikalisme

    Nur Azizah - 21 November 2019 16:08 WIB
    BNPT Enggan Rilis Jumlah TNI Terpapar Radikalisme
    Kepala BNPT Suhardi Alius. Foto: MI/Pius Erlangga
    Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) enggan merilis jumlah TNI yang terpapar radikalisme. Alasannya, ia tak mau bikin gaduh.

    Sebelumnya, Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menyebut ada tiga persen TNI terpapar radikalisme. Namun, data itu berbeda dengan yang dimiliki BNPT.

    "Kami tidak punya data itu. Bahkan, saya dengar juga akan ada penelitian masalah tersebut," kata Kepala BNPT Suhardi Alius di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis, 21 November 2019.

    Meski data itu tak akurat, namun ia tak menampik bila ada anggota TNI yang terpapar. Tak hanya TNI, perguruan tinggi hingga aparatur sipil negara pun demikian.

    "Saya tidwm mau merilis itu kenapa? Ya tugas kita mereduksi, nanti bikin resah. Kalau saya paparkan ada perguruan tinggi sekian yang terpapar, kan ribut itu di masyarakat. Tebal tipisnya beda-beda," ucap dia.

    Ia khawatir bila BNPT terlalu buka-bukaan masyarakat tidak mau menyekolahkan anaknya ke universitas tersebut. "Terus mau disekolahkan di mana anak-anak kita," imbuh dia.

    Sebelumnya, Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku prihatin dengan sekelompok tertentu yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan khilafah. Parahnya lagi, kata dia, ada prajurit TNI yang terpapar paham radikalime.
     
    "Saya sangat prihatin dengan hasil pengamatan yang dilakukan Kementerian Pertahanan baru-baru ini tentang Pancasila. Pancasila itu kan perekat negara kesatuan ini. Rusaknya Pancasila, merusak persatuan kita. Hilangnya Pancasila berarti hilangnya negara ini," kata Ryamizard dalam sambutannya saat acara halalbihalal dengan anggota aktif dan purnawirawan TNI yang dilangsungkan di GOR Ahmad Yani Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu, 19 Juni 2019.
     
    Berdasarkan data yang dimiliki Kemhan, sebanyak sekitar tiga persen anggota TNI yang sudah terpapar paham radikalisme dan tidak setuju dengan ideologi negara, Pancasila.

    "Kurang lebih tiga persen (anggota) TNI terpengaruh radikalisme," pungkas dia.



    (MBM)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id