Partai Koalisi Diyakini Akan Lebih Cair

    Media Indonesia.com - 27 Oktober 2019 13:36 WIB
    Partai Koalisi Diyakini Akan Lebih Cair
    Peneliti The Center of Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes. Foto: Pius Erlangga/MI
    Jakarta: Peneliti The Center of Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes meyakini partai koalisi akan lebih cair terhadap kebijakan pemerintah. Semua partai politik di Parlemen dinilai tetap akan kritis.

    "Menurut saya partai-partai di parlemen nanti akan lebih cair meski partai tersebut mendukung pemerintahan, mereka yang bicara di perlemen juga bisa berbeda dengan pemerintah," kata Arya kepada Media Indonesia, Jakarta, Minggu, 27 Oktober 2019.

    Menurut dia, fenomena ini terjadi karena tidak ada koalisi yang paten dan permanen. Di waktu tertentu, partai politik sejalan dengan pemerintah, tapi bisa juga tidak.

    "Tidak ada polanya sebenarnya, saat di satu isu bisa pro Pemerintah, tapi di isu lain sudah kontra. Enggak ada polanya. Jadi karena cairnya, bisa juga tergantung pada internal dan prevensi politiknya," ujar Arya.

    Setiap kebijkan yang akan diambil, terang dia, pemerintah pasti mengomunikasikan dengan partai koalisi. Partai politik pun akan mengambil sikap yang dianggap menguntungkan.

    "Karena kita tidak memiliki koalisi yang permanen, pasti setiap kebijakan pemerintah dikomunikasikan dengan partai pendukung, sehingga dalam sikap pemerintah dalam mengajukan suatu terobosan belum tentu disetujui dengan partai-partai pendukung," terang dia.

    Menurut dia, hal itu masih wajar karena tidak ada koalisi permanen atau solid. Selama prosesnya melibatkan publik, ada partisipasi, dan masukan publik masih sah.

    Ketika kabinet sudah terbentuk, lanjut dia, dibutuhkan partai-partai yang secara reguler melakukan pengawasan dan mencermati setiap kebijakan pemerintah.

    "Itu penting karena terdapat diskursus dalam proses pembentukan kebijakan publik dengan posisi yang tidak berimbang, ini partai seperti Demokrat, PKS, dan PAN perlu mengelompok. Bukan koalisi tapi hanya mengelompok menjadi mitra kritis Pemerintah," kata dia. (M. Iqbal Al Machmudi/Media Indonesia)




    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id