Golkar: Airlangga Tak Sulit Cari Koalisi di Pilpres 2024

    Al Abrar - 10 Juni 2021 13:54 WIB
    Golkar: Airlangga Tak Sulit Cari Koalisi di Pilpres 2024
    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto. Medcom



    Jakarta: Ketua DPP Partai Golkar Meutya Hafid menilai sosok Ketua Umum Airlangga Hartarto mudah bergaul. Sehingga tak sulit untuk membangun koalisi pada Pilpres 2024 nanti.

    Meutya menegaskkan, Golkar bakal mengusung Airlangga sebagai calon presiden pada 2024. Saat ini Golkar sedang membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai.

     



    "Untuk saat ini kita bicara dengan semua, maksudnya kita buka komunikasi dengan semua. Pak Airlangga kan sosok yang mudah kita pasangkan dengan semua orang,” kata Meutya Kamis, 10 Juni 2021. 

    Meutya juga menekankan, Airlangga selama ini mudah berkawan. Bahkan, kata dia, Airlangga juga tidak memiliki musuh.

    “Pak Airlangga enggak ada musuh, kawan banyak, jadi enggak sulit," katanya

    Baca: NasDem-Golkar Jalin Komunikasi Intensif untuk Berkoalisi di Pilpres 2024

    Teranyar, pada Sabtu, 5 Juni 2021, Airlangga bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil). dalam pertemuan itu bahkan, Emil menggunakan baju kuning.

    "Kita lihat siapa yang mendampingi pak Airlangga. kalau Pak Emil pakai baju kuning tanya Pak Emil. Tapi kita membuka peluang dengan semua," katanya. 

    Akui Intensif dengan NasDem

    Sementara itu, soal klaim NasDem yang mengaku intensif komunikasi dengan Golkar, Meutya mengakuinya. Tapi dia menegaskan, Golkar komunikasi dengan siapa saja.

    "Betul dengan semua tidak hanya NasDem," kata Meutya.

    Ihwal rencana NasDem yang hendak membentuk konvensi calon presiden, guna menjaring para tokoh terbaik, Golkar menegaskan, tak ada dalam pembicaraan.

    "Kalau konvensi tidak ada dalam pembicaraan kita," sebutnya.

    Saan Mustofa mengungkap, NasDem tengah membuka komunikasi intensif dengan Golkar untuk koalisi Pilpres 2024. Saan bilang, NasDem dan Golkar punya persamaan platform dan historis.

    "Ya, kita komunikasinya intensif dengan Golkar," kata Saan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 3 Juni 2021.

    Saan bilang, NasDem berkoalisi dengan Golkar sudah cukup untuk mengusung pasangan calon presiden. Namun, NasDem tetap membuka komunikasi dengan partai lain meski sudah cukup syarat ambang batas.

    Berdasarkan rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg) 2019 yang disampaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU), Golkar memperoleh 17.229.789 atau 12,31 persen suara nasional. Sedangkan, NasDem memperoleh 12.661.792 atau 9,05 persen. Jika ditotal, jumlah perolehan suara nasional kedua partai sekitar 21 persen.
     
    "Karena kalau Golkar dengan NasDem berkoalisi itu sudah cukup untuk mengusung dengan pasangan calon presiden. Itu sudah lebih dari dua puluh persen," ujarnya.

    "Komunikasi itu terus dilakukan secara intensif walaupun kita juga berkomunikasi dengan partai-partai lain untuk membangun koalisi agar dalam kontestasi presiden bisa memenuhi persyaratan," kata Saan.


    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id