Wapres Minta Ormas Islam Jaga Kekuatan Melalui Komitmen Islah

    Indriyani Astuti - 20 Juni 2021 06:36 WIB
    Wapres Minta Ormas Islam Jaga Kekuatan Melalui Komitmen Islah
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: dok. Setwapres



    Jakarta: Wakil Presiden (Warpes) Ma'ruf Amin mengatakan komitmen islah harus senantiasa dijaga dalam pembinaan umat serta melaksanakan tugas kenegaraan dan kebangsaan. Hal itu disampaikan Ma'ruf saat menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Tarbiyah-Perti secara daring di Kediaman Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta Pusat.

    Dalam acara yang bertajuk “Mencerdaskan Umat untuk Kemakmuran Bangsa Menuju Indonesia Maju”, Wapres menjabarkan keteladanan tokoh ulama dan pejuang kemerdekaan dari Tarbiyah-Perti, Syekh Sulaiman Arrasuli, dalam membangun keumatan, kenegaraan, dan keindonesiaan. Pertama, membangun sinergi yang kuat antara ulama, adat, dan umara (pemimpin).

     



    Kedua, turut berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Ketiga, turut mengawal dan mengisi kemerdekaan dengan membangun umat melalui pendidikan, dakwah, sosial keumatan, dan sosial politik.

    "Dan keempat, sebagai anggota konstituante tertua, memiliki andil besar dalam menentukan arah kebijakan dan strategi pembangunan Indonesia saat itu dan ke depan," jelas Ma'ruf, Jakarta, Sabtu, 19 Juni 2021.

    Ma'ruf mengajak umat memberikan apresiasi terhadap perjuangan Syekh Sulaiman Arrasuli yang sangat gigih. "Rekam jejak sejarah dan perjuangan beliau yang sangat intens dan gigih ini, mulai dari gerakan Sumpah Pemuda, kemerdekaan, pasca kemerdekaan, hingga era Orde Lama dan Orde Baru, tentu perlu kita apresiasi," uja dia.

    Baca: Wapres Dorong Penguatan TNI Melalui Sishankamrata

    Sejalan dengan kiprah Syekh Sulaiman Arrasuli tersebut, Ma'ruf menaruh harapan agar perjuangan organisasi Tarbiyah-Perti ke depan mampu merespons tuntutan zaman. “Diharapkan dengan komitmen (islah), organisasi dapat berkembang kompetitif di tengah era globalisasi dan kemajuan teknologi digital yang penuh tantangan dan disrupsi, namun juga membawa peluang dan harapan," ujar dia.

    Mantan Rais Aam PBNU itu juga mengingatkan bagian terpenting dari sebuah organisasi adalah aksi nyata bagi kemaslahatan umat. “Semoga rakernas ini melahirkan pikiran-pikiran cerdas yang dapat dilaksanakan secara konkret dan nyata bagi kemaslahatan umat dan bangsa dalam melaksanakan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin," ujar dia.

    Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Tarbiyah-Perti, Basri Bermanda, menekankan komitmen islah harus menjadi pegangan dalam mewujudkan persatuan dan cita-cita organisasi. Yaitu, pendidikan, dakwah, dan sosial keumatan.

    Dengan adanya islah, sebetulnya organisasi serumpun dan organisasi fungsional itu otomatis berislah. Tetapi ada mekanisme yang perlu disesuaikan karena setiap organisasi terikat pada aturan-aturan rumah tangga dan anggaran dasar.

    "Sudah ada pendekatan-pendekatan, namun ada hal penting dan tidak bisa diubah sama sekali, yaitu etiket ahlussunnah wal jamaah dan Mazhab Syafii," Basri.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id