• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Konflik PKS-Gerindra DKI Dikhawatirkan Pengaruhi Pilpres

Whisnu Mardiansyah - 06 Desember 2018 15:29 wib
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera -
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera - MI/Atet Dwi P.

Jakarta: Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera meminta konflik PKS dan Gerindra di DKI segera diakhiri. Ia khawatir kebuntuan pembahasan posisi wakil gubernur memengaruhi Pilpres 2019 khususnya di Jakarta.

"Pokoknya kalau buat saya Gerindra dan PKS cepat selesai urusan DKI biar menang di Pilpres. Makin lama, DKI makin repot Pilpres," kata Mardani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 6 Desember 2018.

Mardani meminta kedua partai sementara mengesampingkan egonya masing-masing. Ia merasa prihatin imbas kebuntuan pembahasan posisi wagub ini, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus bekerja seorang diri mengurus Jakarta. 

"Cari orang terbaik yang bisa mendampingi Mas Anies untuk memikul beban Jakarta yang berat. Perlu mencari orang yang terbaik, PKS siap kok," ujar dia. 

Mardani membantah kedua partai sengaja mengulur waktu pembahasan fit and proper test calon wagub. Dia menyebut di waktu bersamaan sejumlah fungsionaris PKS DKI ada agenda di luar kota. 

(Baca juga: Taufik Tegaskan Uji Kelayakan Kesepakatan dengan PKS)

"Saya dapat info lagi di luar kota. Direschedule. Sebetulnya saya enggak terlalu terlibat di pilgub. Sudah selesai, sudah menang Mas Anies enggak ngurusin lagi," pungkas dia. 

Partai Gerindra dan PKS berbeda tafsir soal mekanisme uji kelayakan dan kepatutan wakil gubernur DKI Jakarta. Menurut pemahaman PKS, fit and proper test hanya sekadar perkenalkan dan menjabarkan visi misi.
 
Namun, pemahaman PKS langsung diluruskan oleh Gerindra. Uji kelayakan dan kepatutan akan melibatkan para ahli.
 
"Enggak cuma perkenalan doang. Lazimnya fit proper ya ada uji kepatutan dan kelayakan, maka itu kita mencari pakar," kata Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Syarid saat dihubungi, Jakarta, Senin, 3 Desember 2018.





(REN)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.