comscore

Jokowi Turunkan Harga Minyak Goreng Curah dalam 2 Minggu

Kautsar Widya Prabowo - 22 Mei 2022 04:00 WIB
Jokowi Turunkan Harga Minyak Goreng Curah dalam 2 Minggu
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden.
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan harga minyak goreng curah di pasaran turun dua pekan ke depan. Harga akan sesuai dengan ketetapan pemerintah. 

“Tapi ini kuncinya sudah ketemu, ini dalam seminggu, dua minggu, Insyaallah yang namanya minyak goreng curah akan berada di harga Rp14.000 (per liter),” ujar Presiden Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan Pembukaan Rapat Kerja Nasional V Projo Tahun 2022 di Kabupaten Magelang, pada Sabtu, 21 Mei 2022. 
Jokowi menjelaskan harga minyak goreng curah di pasar tradisional terpantau sudah berada di kisaran Rp14.000. Salah satunya terjadi di Pasar Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. 

“Tadi saya cek di Pasar Muntilan, saya mampir di Pasar Muntilan tadi, cek harga berapa perliter Rp14.500. Besok saya mau cek di pasar-pasar yang lain," kata dia.

Kepala Negara optimistis harga minyak goreng turun beberapa pekan ke depan. Sehingga, tak ada perbedaan harga minyak goreng di seluruh pasar.

"Saya kira semua pasar sudah harganya seperti itu,” kata dia. 

Di sisi lain, Presiden mengaku tidak mudah menekan tingginya harga minyak goreng. Karena harga-harga pangan di tingkat global pun mengalami lonjakan.

Baca: Jokowi Ingatkan Potensi Kenaikan Harga Pangan dan Energi Global

"Karena harga minyak goreng terutama di Eropa, di Amerika naiknya tinggi, harga di dalam negeri ketarik (naik harganya),” kata Presiden.

Menurut dia, hak tersebut yang mengakibatkan produsen minyak goreng di dalam negeri lebih memilih mengekspor minyak goreng ketimbang menjualnya di dalam negeri. Hal ini yang menyebabkan terjadi kenaikan harga minyak di dalam negeri karena kelangkaan stok.

Presiden telah memutuskan beberapa kebijakan, seperti larangan eskpor. Namun, kebijakan itu berdampak pada jatuhnya harga tandan sawit dan berdampak terhadap 17 juta orang tenaga kerja, baik sebagai petani maupun pekerja. 

“Negara ini mencari keseimbangan seperti itu tidak mudah, jangan dipikir gampang, tidak mudah. Begitu juga selain urusan petani, urusan pekerja di sawit, juga urusan income negara,” beber Presiden. 

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id