comscore

Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual, Ini Keinginan Partai NasDem

M Sholahadhin Azhar - 15 Januari 2022 22:42 WIB
Buka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual, Ini Keinginan Partai NasDem
Kepala Bidang Perempuan dan Anak DPP Partai Nasdem Amelia Anggraini (tengah). Foto: Dok/Metro TV
Jakarta: Jumlah korban kekerasan seksual terus bertambah. Bahkan, sepanjang 2021 telah terjadi ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan, termasuk kasus kekerasan seksual.

Jumlah itu terkuak karena adanya laporan korban atau orang sekitarnya. Diprediksi, angka kekerasan seksual yang belum terlapor lebih besar ketimbang yang muncul ke permukaan. 
Ketua DPP Partai NasDem Bidang Perempuan dan Anak, Amelia Anggraini, berinisiatif membuka Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh Indonesia. Rencananya, Partai NasDem akan peluncuran Posko akan dilaksanakan secara simbolis pada 18 Januari 2022, pukul 13.00 WIB, di Kantor DPW Partai NasDem DKI Jakarta.

Baca: Hukuman Dalam RUU TPKS Bukan untuk Balas Dendam

“Kekerasan seksual yang tidak terlapor tidak bisa dianggap remeh, oleh karenanya kami membuat Posko Pengaduan Kekerasan Seksual di seluruh Indonesia. Saat launching, semua elemen internal partai seluruh Indonesia akan ikut serta secara virtual," kata Amel melalui keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 15 Januari 2022.

Upaya ini dilakukan karena NasDem ingin all out menghapus kekerasan seksual yang terjadi di Indonesia. Anggota DPR periode 2014-2019 itu menjelaskan Posko Pengaduan Kekerasan Seksual akan ada di setiap Kantor DPW Partai NasDem di masing-masing Provinsi. 

Program ini, lanjut Amel merupakan kerja kolaborasi antara berbagai elemen internal dan eksternal partai. Misalnya, seperti badan Advokasi Hukum Partai NasDem (BAHU), Garda Wanita Malahayati (Garnita), DPW seluruh Indonesia, dan dari eksternal ialah Rumah Aman.

“Ini adalah kerja kolaborasi antara internal dan eksternal Partai NasDem, karena sejatinya untuk memerangi kekerasan seksual harus dilakukan secara bersama-sama," kata dia.

Masyarakat bisa langsung datang ke posko untuk mendapatkan layanan pendampingan hukum, konsultasi, serta layanan recovery mental jangka pendek. Politisi asal Bengkulu ini menjamin jika kerahasiaan data setiap pengadu.

Jaminan tersebut, menurut Amel agar penyintas kekerasan seksual merasa aman untuk mengadukan kasus kekerasan seksual yang telah dialami.

“Menceritakan kejadian yang traumatis itu perlu kita akui sangat sulit, terlebih stigma negatif akan menjadi cap seumur hidup bagi korban kekerasan seksual. Oleh karenanya, kita akan jamin kerahasiaan data dari para pengadu di setiap posko," tegas Amel, memberikan jaminan.

Dia berharap penyintas kekerasan seksual dapat berani untuk berbicara. Menurut dia, langkah itu diperlukan untuk menguak kasus kekerasan seksual.

“Posko Pengaduan Kekerasan Seksual ini diharapkan dapat menjawab problem kekerasan seksual di berbagai daerah. Secara politis juga Partai NasDem konsisten berjuang di DPR," pungkas Amel.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id