Rapimnas BM PAN Soroti Isu Radikalisme hingga Ekonomi

    Medcom - 27 November 2019 20:31 WIB
    Rapimnas BM PAN Soroti Isu Radikalisme hingga Ekonomi
    Sekretaris Jenderal BM PAN, Achmad Qayyimel Alofi. Istimewa
    Jakarta: Dewan Pimpinan Pusat Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (DPP BM PAN) bakal menggelar rapat pimpinan nasional (Rapimnas) pada 28-29 November 2019 di Jakarta. Rencananya, banyak agenda yang akan dibahas termasuk Kongres PAN dan isu nasional lainnya. Seperti radikalisme dan ekonomi.

    Sekretaris Jenderal BM PAN, Achmad Qayyimel Alofi mengatakan, Rapimnas ini untuk konsolidasi organisasi untuk menyatukan seluruh barisan BM PAN demi menjaga kehormatan PAN dalam berbagai dinamika politik, baik internal maupun eksternal.

    "Sikap BM PAN terhadap Kongres PAN yang digelar Maret 2020, adalah tetap pada semangat menegakkan kehormatan partai yang searah dengan cita-cita dan harapan pendiri partai dalam rangka mewujudkan cita-cita sosial PAN," kata Alofi di Jakarta, Rabu, 27 November 2019. 

    Alofi mengatakan, ada tiga hal yang akan disoroti dalam Rapimnas nanti. Yakni soal deradikalisasi, reformasi birokrasi, dan penyelesaian terhadap stagnasi ekonomi.

    Soal deradikalisasi, kata dia, pemerintah harus menjelaskan secara adil terkait terminologi radikalisme. Sehingga deradikalisasi tidak hanya dialamatkan ke kelompok agama atau khalaqah agama tertentu. Hal ini membuat umat atau kelompok agama tertentu tidak nyaman dalam menjalankan aktivitas keagamaan.

    "Karena, setiap saat merasa diintai oleh aparat dengan tuduhan radikalisme atau identik dengan simbol-simbol radikalisme yang dilabelkan," jelas dia.

    Pihaknya juga meminta pemerintah lebih fokus pada fungsi pelayanan birokrasi dan prestasi melalui penyerapan anggaran yang produktif.

    "Ini lebih baik ketimbang ikut bermain-main dalam teori konspirasi," katanya.

    Pemerintah lanjut dia, harus fokus pada masalah stagnasi ekonomi dan  menggenjot pertumbuhan ekonomi agar tidak terkoreksi oleh kondisi ketidakpastian global dan perang dagang.

    Alofi juga menyarankan pemerintah menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkulitas dan berdampak pada penyerapan tenaga kerja domestik. "Sehingga pasar tenaga kerja kita tidak didominasi oleh TKA (Tenaga Kerja Asing)," ujarnya.

    BP PAN juga akan mendorong kader-kader terbaik untuk ikut suksesi Pilkada 2020. "Sejak Pemilu 2009-2019, BM PAN telah memasok kader-kader potensial dalam jabatan pemerintahan, baik eksekutif dan legislatif. Dari sekian kader-kader yang ikut dalam kontestasi Pilkada maupun pemilu legislatif, banyak yang terpilih baik sebagai bupati/walikota dan DPR RI/DPRD," kata dia.



    (ALB)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id