Pemerintah Pastikan Desain Ibu Kota Baru Bebas Banjir

    Desi Angriani - 03 Januari 2020 18:58 WIB
    Pemerintah Pastikan Desain Ibu Kota Baru Bebas Banjir
    Rancangan ibu kota baru dengan tema Nagara Rimba Rusa menjadi pemenang sayembara desain ibu kota yang diadakan pemerintah. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam.
    Jakarta: Pemerintah memastikan konsep ibu kota baru bebas banjir. Pasalnya, pembangunan pusat pemerintahan dalam desain Nagara Rimba Nusa berada di ketinggian 10 meter di atas permukaan air.

    "Dan desain yang dimenangkan oleh Negara Rimba Nusa itu adalah yang bersahabat dengan air," kata Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 3 Januari 2020.

    Ia menjelaskan dalam rancangan pembangunan ibu kota, pemerintah menyiapkan prediksi pola luapan banjir melalui hydrotopografi.  Misalnya, genangan air selama periode 1 tahun, periode 10 tahun hingga 100 tahun.

    "Nanti kalau masterplan-nya jelas, urban desain enggak bisa disalahkan. Jadi dicari titik nolnya itu," tutur dia.

    Pemerintah juga akan mengadopsi berbagai teknologi yang dimungkinkan mengendalikan banjir di ibu kota baru.

    "Sekarang kita ingin tahu teknologi yang terbaik gimana yang bisa juga di-adopsi," pungkas dia.

    Konsep Nagara Rimba Nusa berhasil memenangi sayembara desain kawasan ibu kota negara (IKN) baru Indonesia. Tata kelola kawasan pusat pemerintahan baru itu akan menghadirkan gedung-gedung pusat pemerintah yang berdampingan dengan keanekaragaman hayati Kalimantan Timur.

    Dalam konsep itu, bangunan didesain berdekatan dengan lokasi bekas perkebunan yang memiliki ketinggian 10 meter di atas permukaan air. Tujuannya menghindari potensi banjir dan tidak mengganggu serapan air.

    Selain itu, antargedung dan kawasan berdekatan sehingga mempermudah akses dan mobilisasi. Rancangannya juga mengadaptasi prinsip biomimikri atau bangunan yang beradaptasi dengan karakteristik hutan dan menghadap perairan.

    Bangunan dan infrastruktur lain yang akan menjadi penanda pusat pemerintahan didesain tidak mengganggu sumber dan resapan air yang memiliki luas 2.000 hingga 3.000 hektare. Sisanya dibiarkan menjadi lahan hijau dan habitat hewan endemik Kalimantan seperti bekantan.






    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id