Helmy Sebut Dewas TVRI Tidak Membuka Ruang Diskusi

    Kautsar Widya Prabowo - 28 Januari 2020 18:45 WIB
    Helmy Sebut Dewas TVRI Tidak Membuka Ruang Diskusi
    Eks Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya. Foto: Medcom.id/Kautsar Widya Prabowo
    Jakarta: Eks Direktur Utama (Dirut) TVRI Helmy Yahya mengaku sempat melayangkan pembelaan kepada Dewan Pengawas (Dewas) setelah mendapat Surat Pemberitahuan Rencana Pemberhentian (SPRP). Pembelaan dituangkan dalam dokumen 1.200 halaman. 

    "Saya tidak tahu apakah pembelaan saya dibaca atau tidak. Saya resmi tidak lagi menjadi dirut TVRI. Tidak ada hearing (dengar pendapat), tidak ada permintaan klarifikasi," ujar Helmy dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 28 Januari 2020. 
     
    Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2005 tentang Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia memberikan kesempatan membela diri selama dua bulan. Namun, Helmy diberhentikan dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

    "Saya tidak main-main. Karena ini menyangkut harga diri saya dan TVRI harus diselamatkan. Rakyat tidak boleh kehilangan kepercayaan terhadap TV publik yang sekarang mulai terbit lagi," kata dia. 

    Helmy menyebut permintaanya menyelesaikan masalah secara baik-baik juga tidak digubris. Ia menduga aplikasi pesan singkat WhatsApp miliknya diblokir seorang anggota Dewas. 

    "Saya bilang apa adanya. Tahu-tahu saya resmi diberhentikan jadi dirut (TVRI)," kata dia. 






    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id