Ma'ruf Amin: Eksklusivitas Berlebihan Bisa Ganggu Persatuan

    Emir Chairullah - 28 Februari 2021 05:15 WIB
    Ma'ruf Amin: Eksklusivitas Berlebihan Bisa Ganggu Persatuan
    Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Foto: MI/Adam Dwi



    Jakarta: Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan masyarakat tidak mengaktualisasikan eksistensinya dengan membuat aktivitas yang menonjolkan hal-hal yang eksklusif. Memperlihatkan karakteristik lokal dan identitas secara berlebihan dikhawatirkan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa. 

    "Ekspose yang menonjolkan hal-hal yang eksklusif, seperti misalnya karakteristik lokal dan identitas yang dimiliki, yang dilakukan secara berlebihan sangat berpotensi melemahkan persatuan dan kesatuan nasional bagi bangsa yang majemuk seperti negeri yang kita cintai ini," kata Ma'ruf dalam Kongres ke-6 Ikatan Alumni Universitas Kristen Indonesia (IKA UKI) secara daring, Sabtu, 27 Februari 2021.






    Baca: Wapres: Jangan Khawatir Divaksin Massal

    Menurut dia, sebagai generasi penerus, seluruh elemen bangsa wajib menjaga kesepakata bangsa yang menjadi kerangka dasar dari kebangsaan dan sistem ketatanegaraan Indonesia. Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika harus menjadi pegangan.  

    "Caranya tentu tidak cukup hanya dengan menghafal atau mencatatnya sebagai rujukan saja, tetapi dengan mengaplikasikannya dalam berbagai aspek kebijakan maupun sikap dan perilaku bermasyarakat dan bernegara," papar dia. 

    Indonesia, akta dia, yang sering dijadikan contoh bagaimana kerukunan nasional dibangun. Ma'ruf berharap seluruh masyarakat menjaga kesepakatan yang menjadi dasar kebangsaan dan kenegaraan dalam bingkai politis, yuridis, sosiologis, dan teologis.  

    Ia mengakui derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang menimbulkan disrupsi membawa tantangan bagi masyarakat, budaya, dan pemerintahan.  Merawat kesepakatan nasional dari pendiri bangsa diperlukan sebagai benteng pertahanan. 

    "Kita patut bersyukur bahwa para pendiri bangsa Indonesia yang memiliki beragam latar belakang budaya, bahasa, dan agama mendirikan NKRI atas dasar kesepakatan-kesepakatan dasar yang kokoh," jelas Ma'ruf. 

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id