Strategi Rem dan Gas Jokowi-Ma'ruf Ampuh Mengendalikan Covid-19

    Anggi Tondi Martaon - 21 Oktober 2021 12:03 WIB
    Strategi Rem dan Gas Jokowi-Maruf Ampuh Mengendalikan Covid-19
    Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin. MI/Ramdani



    Jakarta: Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) menerapkan strategi rem dan gas dalam menghadapi badai penularan covid-19. Strategi rem dan gas itu dinilai berhasil mengendalikan penyebaran virus korona.

    "Terutama melihat aglomerasi Jawa dan Bali yang terbukti dengan menurun (kasus penularan covid-19)," kata epidemiolog Centre for Environmental and Population Health Griffith University, Dicky Budiman, saat dihubungi, Kamis, 21 Oktober 2021.

     



    Strategi rem dan gas diwujudkan pemerintah melalui pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel. Ada empat level PPKM yang diterapkan pemerintah dalam menjaga mobilitas dan aktivitas masyarakat selama pandemi.

    Menurut dia, PPKM sangat bermanfaat sebagai pengingat pemerintah dan masyarakat. Suatu daerah akan menerapkan PPPKM level empat jika persebaran covid-19 meningkat.

    "PPKM berlevel ini kan sebagai penjaga," sebut dia.

    Strategi tersebut didukung dengan perbaikan data covid-19. Meskipun memiliki sejumlah kekurangan, namun upaya tracing, testing, dan treatment (3T) yang diterapkan relatif membaik.

    Dia mewanti-wanti pemerintah dan masyarakat tetap waspada. Selain mematuhi protokol kesehatan, Indonesia diminta konsisten melakukan vaksinasi dan penerapan 3T.

    "Di beberapa daerah ini belum didukung dengan pondasi 3T yang kuat. Tapi secara keseluruhan sudah relatif baik," ujar dia.

    Baca: Jokowi-Ma'ruf Dinilai Berhasil Tangani Pandemi dengan Cepat

    Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf juga enggan menerapkan lockdown menghadapi lonjakan pandemi covid-19. Sebab, lockdown bisa berdampak buruk terhadap perekonomian Indonesia.

    Pemerintah cenderung memilih kebijakan gas dan rem. Artinya, pemerintah bakal mengerem mobilitas dan aktivitas masyarakat jika persebaran covid-19 meningkat. Sedangkan, pembatasan akan dilonggarkan selama penambahan kasus harian virus korona menurun.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id