comscore

MA Nilai UU Pers Tidak Mendesak untuk Direvisi

Fachri Audhia Hafiez - 30 September 2021 16:52 WIB
MA Nilai UU Pers Tidak Mendesak untuk Direvisi
Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial Andi Samsan Nganro. Dok. Tangkapan Layar
Jakarta: Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Bidang Yudisial Andi Samsan Nganro menilai Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers belum mendesak untuk direvisi. Beleid itu dinilai masih relevan dengan situasi saat ini.

"UU Pers masih sangat relevan dengan perubahan dan perkembangan yang sama," kata Andi dalam diskusi virtual bertajuk 'Memperkuat Insan Pers Melalui UU Pers Nomor 40 Tahun 1999', Kamis, 30 September 2021.

 



Bila ada revisi menyeluruh, Andi khawatir insan pers Indonesia seperti era Orde Baru. Insan pers berpotensi dikontrol pemerintah.

Andi tak memungkiri adanya dorongan untuk merevisi UU Pers. Bila terwujud, dia berharap perubahan itu mendukung kinerja insan pers.

"Kalau memang itu merupakan wacana untuk dilengkapi direvisi itu adalah suatu langkah maju," ucap Andi.

Baca: Dewan Pers: Perlu Regulasi Baru Cegah Doxing Kepada Wartawan

Andi juga mendukung kinerja Dewan Pers sebagai pelindung insan pers Indonesia. Namun, dia mendorong Dewan Pers memperluas perannya, khususnya terkait meningkatkan kualitas profesi wartawan.

"Jangan hanya memfasilitasi sengketa pers, kalau bisa bersama dengan organisasi kewartawanan, pers, menyusun peraturan-peraturan di bidang pers yang meningkatkan kualitas profesi kewartawanan," ujar Andi.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id