PT TMI Bantah Terlibat dalam Proyek Alpalhankam

    Anggi Tondi Martaon - 01 Juni 2021 23:54 WIB
    PT TMI Bantah Terlibat dalam Proyek Alpalhankam
    Ilustrasi alutsista TNI/Medcom.id/Whisnu Mardiansyah



    Jakarta: PT Teknologi Militer Indonesia (TMI) membantah terlibat dalam pengadaan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam). Proyek yang ada di dalam rancangan peraturan presiden (Perpres) tersebut bakal menggunakan anggaran hingga US$124.995.000.000 atau setara Rp1,7 kuadriliun.

    "Tidak ada satu kontrak pun dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) ke PT TMI. PT TMI tidak ditugaskan untuk pembelian atau pengadaan oleh Kementerian Pertahanan," kata Corporate Secretary PT TMI Wicaksono Aji, dalam keterangan tertulis, Selasa, 1 Juni 2021.

     



    Dia menjelaskan PT TMI merupakan wadah para ahli-ahli alat utama sistem persenjataan (alutista) berteknologi canggih, elektronika, dan teknokrat. Mereka fokus pada mempelajari dan melatih atau training of trainer (ToT) dalam proses pencarian alutsista terbaik.

    Baca: PAN Minta Pengadaan Alpalhankam Rp1,7 Kuadriliun Dipikir Ulang

    "Peran PT TMI adalah menganalisa dan memberi masukan kepada pihak-pihak yang membutuhkan, aik itu pemerintah, pendidikan ataupun swasta dalam hal ToT," ungkap dia.

    Dia menyebutkan visi PT TMI mewujudkan ToT yang berbobot dan berkualitas dari segi teknologi dan teknis. Kehadiran PT TMI adalah untuk menjawab permasalahan ToT yang selama ini belum maksimal.

    "Yang kerap kali disebabkan oleh beberapa prinsipal yang belum penuh dalam memberikan teknologinya kepada Indonesia," sebut dia.

    Selain itu, dia menjelaskan PT TMI dibentuk oleh Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan. "Dulunya adalah Yayasan Kesejahterahaan Pendidikan dan Perumahan di bawah Kementerian Pertahanan," ujar dia.

    Nama PT TMI belakangan mencuat ke publik terkait isu pengadaan alpalhankam. Informasi awal disampaikan pengamat pertahanan Connie Rahakundini Bakrie dalam sebuah podcast di YouTube, pada pekan lalu.

    Total nilai pengadaan mencapai Rp 1.760 triliun. Pengadaan alpalhankam bakal dilakukan dalam 25 tahun ke depan.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id