Subsidi Upah Terkendala Data Penerima Bantuan

    Nur Azizah - 24 Agustus 2020 12:27 WIB
    Subsidi Upah Terkendala Data Penerima Bantuan
    Presiden Joko Widodo. ANT/Hafidz Mubarak A
    Jakarta: Presiden Joko Widodo mengungkapkan subdisi upah terkendala data peserta BPJS Ketenagakerjaan. Ia menargetkan masalah tersebut rampung pertengahan September 2020.

    "Bantuan untuk subsidi gaji, karena yang terbanyak terkendala urusan data, urusan account di bank. Kita harapkan pertengahan September (selesai)," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin, 24 Agustus 2020.

    Dia menargetkan subsidi upah bisa disalurkan mulai September 2020. Kepala Negara berharap bantuan ini bisa mengungkit perekonomian Indonesia di kuartal ketiga.

    Subsidi upah akan diberikan kepada 15,7 juta pekerja. Subsidi ini berbeda dengan program Kartu Prakerja.

    (Baca: KPK Dukung Program Subsidi Upah)

    Kartu Prakerja khusus untuk pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja, sedangkan subsidi upah untuk pekerja dengan gaji di bawah Rp5 juta. Nantinya, 15,7 juta pekerja ini bakal diberikan Rp600 ribu setiap bulan.

    Subsidi akan diberikan selama empat bulan dan dibayarkan per dua bulan sekali. Bantuan pemerintah ini hanya diperuntukkan bagi pekerja yang terdaftar dalam BPJS Ketenagakerjaan, dibuktikan dengan nomor kartu peserta.

    Jokowi juga menginstruksikan subsidi lainnya dipercepat. Seperti, Bantuan Langsung Tunai (BLT) desa, bansos tunai, hingga bantuan presiden.

    "Sehingga bisa mengungkit growth kita," kata dia.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id