Pemerintah Tak Bisa Hanya Andalkan PSBB

    Sri Yanti Nainggolan - 18 Mei 2020 04:10 WIB
    Pemerintah Tak Bisa Hanya Andalkan PSBB
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai bukan satu-satunya cara menanggulangi covid-19. Pemerintah tak bisa hanya mengandalkan PSBB untuk mengatasi pandemi covid-19.

    "Tujuan PSBB adalah membendung sementara supaya (penderita covid-19) tak membludak. Di saat bersamaan, kita tak bisa tinggal diam," ujar Senior Lecturer Australian Centre for Precision Health University of South Australia, Beben Benyamin, dalam webinar LaporCovid19, Minggu, 17 Mei 2020.

    Menurut dia, pemerintah harus lebih terbuka, terutama berkaitan dengan data. Dia meminta pemerintah membuka data angka kematian pada orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP).

    "Karena kalau hanya yang positif kita terbatas testing sekitar 4 ribu-5 ribu dan masih mengantre," imbuh dia.

    Baca: 50 Persen Wilayah Jabar Masih Zona Merah Covid-19

    Padahal, terang dia, Indonesia idealnya mengadakan di atas 50 ribu tes dalam sehari. Beben juga menyarankan hasil tes lebih cepat keluar. Dengan demikian, pemerintah bisa lebih cepat melacak penyebaran virus tersebut.

    "Jadi kita tak buta lagi. Klaster harus segera tahu. (Kalau tidak) kita khawatir proses penyebaran makin besar," ujar dia.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id