Petugas Kesiapsiagaan Kecelakaan Hutan Diperkokoh

    Fachri Audhia Hafiez - 07 Mei 2020 01:09 WIB
    Petugas Kesiapsiagaan Kecelakaan Hutan Diperkokoh
    Ilustrasi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan
    Jakarta: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat kompetensi petugas pengelolaan hutan. Khususnya dalam bidang pencarian, pertolongan, evakuasi korban bencana, dan kecelakaan dalam kawasan hutan.

    "Bimbingan teknis menjadi satu usaha untuk menyediakan tenaga search and rescue (SAR) KLHK yang handal dalam melakukan proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana alam dan kecelakaan dalam kawasan hutan," ujar Sekretaris Jenderal KLHK, Bambang Hendroyono, Jakarta, Rabu, 6 Mei 2020.

    Guna mendukung peningkatan sumber daya manusia tersebut, KLHK menerbitkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.80/MENLHK/SETJEN /KL.1/9/2016 tentang Standar Peralatan Pencarian, Pertolongan dan Evakuasi Korban Bencana, dan Kecelakaan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Kemudian petunjuk pelaksanaan teknis berupa Peraturan Sekretaris Jenderal KLHK Nomor P.3/Setjen/Rokum/KKL.1/2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pencarian, Pertolongan, dan Evakuasi Korban Bencana, dan Kecelakaan di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

    Bambang menjelaskan KLHK memiliki 89 tenaga SAR dari 61 satuan kerja atau unit pelaksana teknis hingga 2019. Mereka tersebar di Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam Ekosistem (KSDAE) sebanyak 76 orang dari 48 satuan kerja melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan Taman Nasional.

    Ditjen Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (PDASHL) sebanyak tujuh orang, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) sebanyak empat orang, dan Pusdiklat SDM LHK sebanyak dua orang.

    "Mereka yang telah lulus mengikuti bimbingan teknis jungle rescue yang diselenggarakan oleh Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan Sekretariat Jenderal KLHK bekerja sama dengan Basarnas, serta telah ikut berperan aktif dalam pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban bencana dan kecelakaan di berbagai daerah," ujar Bambang.

    Baca: Pencegahan Karhutla Tetap Jadi Prioritas di Tengah Pandemi Korona

    Kepala Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan KLHK, Gatot Soebiantoro, menjelaskan SAR KLHK yang telah lulus akan bertugas membantu, serta meminimalisasi potensi korban jiwa bencana dan kecelakaan di kawasan hutan. Petugas akan bertanggung jawab di dalam dan luar kawasan hutan.

    "Luar kawasan sepenuhnya bekerjasama dan koordinasi dibawah kendali operasi dari tim gabungan (Basarnas, BPBD, TNI/Polri, medis, dan relawan)," ujar Gatot.

    Semua aparatur sipil negara (ASN), masyarakat, dan relawan dapat direkrut menjadi Tenaga SAR KLHK disesuaikan kebutuhan organisasi. Proses perekrutan tetap mengacu pada materi yang telah ditetapkan Direktorat Bina Potensi dan Direktorat Bina Tenaga pada Basarnas.

    Gatot menambahkan peserta bimbingan teknis dididik sesuai dengan standar yang sama pada pelatihan SAR Polri dan TNI. Pada akhir kegiatan, para peserta dilakukan uji kompetensi untuk meningkatkan kualitas kompetensi sumber daya manusia di lingkup KLHK.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id